Umum

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya sebut Tertinggi di Asia Tenggara

JAKARTA – WARTA BOGOR – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Di tengah kondisi pasar global yang mulai menunjukkan stabilitas, Indonesia dinilai mampu mencatatkan kinerja ekonomi yang lebih baik dibanding sejumlah negara di kawasan maupun anggota G20.

Menurut Purbaya, perekonomian nasional tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year) pada kuartal pertama 2026.

Advertisement

Capaian tersebut menempatkan Indonesia di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN dan G20.

“Hal ini dibuktikan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I-2026 yang menembus angka 5,61 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini menempatkan performa Indonesia di atas rata-rata pertumbuhan negara-negara G20 dan kawasan ASEAN,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (21/6/2026).

Ia menjelaskan, kuatnya pertumbuhan ekonomi didukung oleh stabilitas harga yang tetap terjaga. Hingga Mei 2026, tingkat inflasi tercatat sebesar 3,08 persen, sehingga mencerminkan kondisi ekonomi yang relatif sehat dan terkendali.

Advertisement

“Indonesia terus tampil menonjol dengan pertumbuhan PDB Kuartal I-2026 sebesar 5,61 persen yoy, mengungguli banyak negara ekonomi G20 dan ASEAN. Di saat yang sama, kami mempertahankan stabilitas harga dengan inflasi Mei 2026 sebesar 3,08 persen. Perkembangan ini membuktikan bahwa Indonesia memasuki periode ini dengan pertumbuhan yang kuat, inflasi terkendali, dan ketahanan kebijakan yang kredibel,” ujarnya.

Purbaya juga menilai Indonesia memiliki posisi yang cukup kuat dalam menghadapi risiko gangguan energi global. Berdasarkan analisis ketahanan energi, Indonesia berada dalam kategori negara dengan tingkat eksposur risiko yang rendah dan memiliki kapasitas penyangga yang kuat.

Skor ketahanan energi Indonesia tercatat mencapai 77 persen, lebih tinggi dibandingkan Tiongkok yang memperoleh skor 76 persen dan hanya sedikit berada di bawah Afrika Selatan yang mencatatkan skor 79 persen.

Advertisement

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari pengelolaan fiskal yang sehat dan hati-hati. Pemerintah terus menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen sehingga APBN memiliki ruang yang cukup untuk berfungsi sebagai shock absorber dalam menghadapi berbagai tekanan ekonomi global tanpa mengganggu stabilitas makroekonomi nasional.

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

 

Sumber: Jawa Pos

Advertisement
Share

Recent Posts

Jawa Barat Raih Peringkat Pertama Provinsi Ramah Wisata Muslim 2026

Jawa Barat Raih Peringkat Pertama Provinsi Ramah Wisata Muslim IMTI 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Barat…

8 hours ago

Laksa Pak Inin Cihideung Diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda

BOGOR - WARTA BOGOR - Kuliner legendaris Laksa Pak Inin Cihideung mendapat pengakuan sebagai Warisan…

16 hours ago
Advertisement

Karhutla Indonesia Ancam ASEAN, ASMC Keluarkan Peringatan Tertinggi

WARTA BOGOR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia memicu kekhawatiran terhadap meluasnya kabut…

18 hours ago

Polbangtan Kementan Dorong Kepemimpinan Muda untuk Kawal Kebijakan Pangan Nasional

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung…

3 days ago

Polbangtan Kementan Jajaki Teknologi Drone Pertanian Korea Selatan, Perkuat Wawasan SDM Pertanian Menuju Pertanian Modern

SERPONG-WARTA BOGOR – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan pertanian modern melalui pengenalan teknologi dan…

3 days ago

Evaluasi K-Smart Farm, Polbangtan Kementan Perkuat Keberlanjutan Smart Farming Indonesia

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor bersama tim kerja sama dari Korea Selatan…

3 days ago