Umum

Eksekutor PKI Asal Yogyakarta, Burhan Kampak Wafat di Usia 85 Tahun

YOGYAKARTA – WARTA BOGOR – Eksekutor sekaligus pemburu kader-kader Partai Komunis Indonesia (PKI) tahun 1965-1966 asal Yogyakarta, Burhannudin Zainuddin Rusdiman alias Burhan Kampak meninggal dunia di usia 85 tahun pada Rabu (23/4/2025).

Burham Kampak merupakan pendiri Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) Yogyakarta. Sosoknya dikenal salah satu jagal PKI yang dalam aksinya selalu membawa kapak berukuran besar.

“Bapak sebenarnya tidak sakit apa-apa, ya mungkin karena beliau sudah sepuh (tua) jadi badannya sudah tidak kuat,” kata anak Burhan, Laksmi Prita Dewi ditemui di rumah duka di Kampung Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta.

Advertisement

Prita yang selalu menjaga dan merawat ayahnya sejak 10 tahun terakhir itu mengatakan, selama dua hari terakhir Burhan sudah tak doyan makan. Saat bulan Ramadan lalu, Burhan juga sudah tak sanggup berpuasa meski masih bisa sedikit beraktivitas di sekitar rumahnya.

“Sebelum Ramadan, bapak memang sempat terpeleset di kamar mandi, lalu kakinya sakit dan opname di rumah sakit tapi ternyata tidak ada luka dalam, semua baik saja,” ujarnya.

Usai dari rumah sakit, Burhan juga masih bisa pulang hingga berlebaran di rumah.

Advertisement

Prita menambahkan, tak ada pesan apa pun dari ayahnya menjelang ajal. Pada hari wafatnya, ayahnya masih sempat berbicara ringan dan dimandikan lalu istirahat. Namun sekitar pukul 22.30 WIB, Prita mengecek denyut nadi Burhan sudah tidak ada kemudian dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia.

“Bapak tidak ada pesan apa-apa, cuma sempat bilang ‘Loro, loro’ (sakit, sakit) begitu, pas saya tanya apanya yang sakit beliau tidak menjawab,” ungkap Prita.

Prita mengingat sudah lima tahun terakhir Burhan tak lagi aktif di organisasi atau kegiatannya. Hanya saja Burhan dalam berbagai kesempatan selalu menyatakan tidak akan membiarkan PKI atau komunis hidup lagi di Indonesia.

Advertisement

“Beliau selalu bilang, ‘Saya tak akan membiarkan kalau PKI dan komunis lahir kembali’,” kata Prita.

 

 

Advertisement

 

Sumber: Tempo.co

Advertisement
Share

Recent Posts

Kemensos dan BRIN Teken MoU, Tingkatkan Kualitas Sekolah Rakyat

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)…

8 hours ago

Tanam Padi Pakai Metode Modern, Mentan Sebut Pendapatan Petani Bisa Rp16 Juta per Hektare per Bulan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut pendapatan petani padi berpotensi…

13 hours ago
Advertisement

Ijazah Bukan Sekadar Bukti Kelulusan: Cermin Integritas, Etika, Dan Tanggung Jawab

Oleh: Dr. Suhandi, S.Pd.I., M.Pd.I. Pembina LAZ Ummul Quro Bogor & Sekretaris PD Al Washliyah…

16 hours ago

Jadi Tuan Rumah Porprov Jabar 2026, Kota Bogor Targetkan 100 Medali Emas

BOGOR - WARTA BOGOR - Kota Bogor menargetkan raihan 100 medali emas dalam Pekan Olahraga…

16 hours ago

GERTAM (Gerakan Tanam) Sukses Gerakkan Sektor Pertanian Modern

MUARO JAMBI-WARTA BOGOR — Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali mengambil peran strategis dalam mengawal…

1 day ago

Tanam Padi Makin Canggih, Polbangtan Kementan Bawa Drone Seeder ke GERTAM PM‑AAS

MUARO JAMBI-WARTA BOGOR — Gerakan Tanam Serentak (GERTAM) Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM‑AAS) digelar di…

1 day ago