Jabar Jadi Provinsi Terbesar dengan Transaksi E-commerce
BANDUNG, WARTABOGOR.id – Nilai transaksi di e-commerce warga Jabar pada pertengahan triwulan III-2021 tumbuh 59,03 persen dibanding 2020.
Dari 10 provinsi dengan pangsa pasar transaksi terbesar di Indonesia, baik pembelian maupun penjualan melalui marketplace, Jabar menempati posisi teratas.
“Jabar posisi pertama dengan transaksi e-commerce terbesar nasional. Total transaksi triwulan III-2021 mencapai Rp 15,02 triliun,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jabar Herawanto dalam acara Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung Koordinator Jabar, Rabu (24/11/2021).
Hera menjelaskan, kontribusi terbesar transaksi pembelian ada di kategori fesyen Rp 2,52 triliun, handphone dan aksesoris Rp 2,12 triliun, dan personal care and cosmetic Rp 1,9 triliun.
Ini menunjukkan Jabar memiliki peluang yang sangat baik dalam digitalisasi. Tentu harus dilanjutkan untuk memastikan sektor bisnis di berbagai level, termasuk UMKM untuk bertransformasi bisnis secara end to end.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jabar Kusmana Hartadji mengatakan, jumlah UMKM di Jabar mencapai 85 persen dari total unit usaha atau sekitar 4,15 juta.
“Dari sisi kategori usaha, tertinggi ada di bidang kuliner. Namun demikian, untuk yang sudah digital, yang tertinggi di kategori usaha fesyen,” katanya.
“Selain ada yang terpuruk namun terdapat juga yang meningkat dengan memaksimalkan digitalisasi,” ucapnya. (Kompas.com)
JAKARTA - WARTA BOGOR - Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah…
WARTA BOGOR - Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dikenal sebagai waktu yang sangat istimewa bagi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar sidang isbat…
WARTA BOGOR - Persoalan sampah yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia mendorong pemerintah mempercepat…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Lamine Yamal menuai sorotan setelah mengibarkan bendera Palestina saat parade…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Menkomdigi RI, Meutya Hafid mengungkapkan hampir 200 ribu anak di…