BOGOR – WARTA BOGOR – Kebun Raya Bogor (KRB) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional setelah meraih ASEAN Sustainable Tourism Award kategori Urban pada ajang ASEAN Tourism Awards (ATF) 2026. Penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian ATF 2026 yang digelar di Cebu, Filipina.
Direktur PT Mitra Natura Raya (MNR), Marga Anggrianto, menyebut penghargaan ini sebagai hasil kerja kolektif dalam menjaga keseimbangan antara konservasi lingkungan dan pengelolaan pariwisata.
“Penghargaan ini adalah apresiasi bagi seluruh pihak yang telahbekerja keras menjaga keseimbangan antara fungsi konservasi lingkungan dan pariwisata,” kata Direktur Perseroan PT. Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/2/2026).
PT Mitra Natura Raya (MNR) berperan sebagai pengelola pariwisata Kebun Raya Bogor sekaligus mitra strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam mengelola empat kebun raya. Kebun Raya Bogor termasuk di dalamnya.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan Kebun Raya Bogor agar bisa menjadi destinasi wisata lingkungan sesuai standar internasional,” sambung Marga.
Penghargaan tersebut diberikan setelah Kebun Raya Bogor melalui proses kurasi ketat yang menilai berbagai aspek, mulai dari efektivitas manajemen lingkungan, keterlibatan masyarakat lokal, hingga upaya pelestarian keanekaragaman hayati di kawasan perkotaan.
Didirikan pada 1817, Kebun Raya Bogor merupakan kebun raya tertua di Asia Tenggara. Selain berfungsi sebagai pusat penelitian botani dan konservasi ex-situ, kawasan seluas 87 hektare di jantung Kota Bogor ini kini juga menjadi destinasi wisata edukatif yang mengelola lebih dari 12.000 spesimen tumbuhan.
Keberhasilan Kebun Raya Bogor meraih penghargaan di Cebu dinilai mampu memperkuat citra pariwisata Indonesia di tingkat global, khususnya dalam kategori green tourism. Hal ini sejalan dengan visi ATF 2026 yang mendorong ASEAN sebagai destinasi tunggal yang berkualitas dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Dengan koleksi lebih dari 12.000 spesimen tumbuhan, Kebun Raya Bogor membuktikan bahwa pariwisata dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan secara berkelanjutan,” ungkap Marga.
Sebagai informasi, ATF 2026 melibatkan sektor publik dan swasta dari 10 negara anggota ASEAN, dengan agenda utama berupa pertemuan tingkat menteri pariwisata serta pameran pariwisata internasional Travel Exchange (TRAVEX).
Sumber: kompas
JAKARTA - WARTA BOGOR - Sebanyak 256.369 peserta dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)…
BOGOR - WARTA BOGOR - Kasus pembunuhan Anggi Auliya Arsyad (25) yang jasadnya dibuang dari…
WARTA BOGOR - China kembali membuat terobosan dalam teknologi kendaraan listrik dengan memperkenalkan prototipe baterai…
WARTA BOGOR - Perilaku para nabi kerap dijadikan teladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Prinsip hidup…
BOGOR-WARTA BOGOR — Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam mengenalkan dunia pertanian…
BOGOR-WARTA BOGOR — Agroeduwisata Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menegaskan komitmennya sebagai ruang belajar…