Berita

Kejagung: Audit BPKP Ungkap Dugaan Pemborosan Program MBG Capai Rp10,5 Triliun per Tahun

JAKARTA – WARTA BOGOR – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyebut adanya dugaan pemborosan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp10,5 triliun per tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan tim jaksa pidana khusus (Pidsus) dalam sidang praperadilan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung, terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program MBG di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026).

“Bahwa dalam proses penyelidikan dan penyidikan, termohon (Kejagung) telah melakukan kerja sama dengan lembaga auditor negara yaitu BPKP, di mana dalam proses pemeriksaan oleh BPKP telah dideklarasikan adanya kerugian keuangan negara,” ungkap jaksa di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Advertisement

Jaksa menjelaskan, berdasarkan kertas kerja audit dengan tujuan tertentu yang dilakukan BPKP, ditemukan indikasi pemborosan dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

“Bahwa dalam kertas kerja audit tujuan tertentu atas tata kelola program MBG oleh BPKP dinyatakan telah terjadi pemborosan program Makan Bergizi Gratis pada Badan Gizi Nasional senilai Rp10,5 triliun per tahun,” lanjut jaksa.

Meski demikian, tim jaksa menegaskan bahwa sidang praperadilan hanya memeriksa aspek formal penetapan tersangka dan prosedur penyidikan. Adapun pembuktian mengenai unsur niat jahat (mens rea), besaran kerugian negara, maupun metode perhitungannya merupakan pokok perkara yang akan diuji dalam persidangan tindak pidana korupsi.

Advertisement

Jaksa juga menyampaikan bahwa hasil audit BPKP dapat dijadikan sebagai bukti permulaan yang cukup dalam proses penetapan tersangka apabila didukung alat bukti lainnya.

Dalam persidangan terungkap, Kejagung telah mengirim surat kepada Kepala BPKP pada 29 Mei 2026 untuk meminta bantuan penghitungan kerugian negara. Permintaan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui ekspose bersama antara penyidik dan auditor BPKP yang menghasilkan risalah tertanggal 2 Juni 2026.

“Yang menghasilkan kesimpulan yang pada pokoknya bahwa terdapat perbuatan melawan hukum yang mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi pada tata kelola program MBG tahun 2025 sampai dengan 2026 yang menyebabkan kerugian keuangan negara,” ungkap jaksa.

Advertisement

Kejagung menegaskan bahwa seluruh temuan tersebut masih menjadi bagian dari proses pembuktian dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis yang akan diperiksa lebih lanjut di persidangan pokok perkara.

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

 

Sumber: kompas

Advertisement

 

 

Advertisement
Share

Recent Posts

Gegara Komentar Sambal Keasinan, Pria di Garut Tikam Ponakan hingga Tewas

GARUT - WARTA BOGOR - Kegiatan makan bersama atau ngaliwet yang seharusnya berlangsung hangat di…

8 hours ago

Polri Siapkan Sidang Etik Empat Jenderal Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

JAKARTA - WARTA BOGOR - Polri menyatakan empat perwira tinggi yang menjadi tersangka dalam kasus…

1 day ago
Advertisement

Panik Kepergok Mesum, Guru Ponpes Tabrak Dua Polisi di Tol Banten

BANTEN - WARTA BOGOR - Polisi menangkap ED (27), pengemudi Toyota Avanza yang diduga menabrak…

2 days ago

Judo Sumbang 4 Emas Perdana untuk Kota Bogor di Porprov XV Jabar 2026

BOGOR - WARTA BOGOR - Kontingen Kota Bogor berhasil meraih empat medali emas perdana dalam…

2 days ago

Malam Ini! Sule dan Nunung Bakal Meriahkan Pagelaran Wayang Golek di Balai Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Peringatan Hari Wayang Nasional 2026 di Kota Bogor akan dimeriahkan…

2 days ago

Pemkot Bogor Siapkan Asuransi Usaha bagi Petani Mulai 2027

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana memperkuat perlindungan bagi petani melalui…

2 days ago