Pertanian

Kementan Tingkatkan Kapasitas Petani Penyuluh Untuk Budidayakan Tanaman Hias

BOGOR – WARTABOGOR.id-Pengembangan dan peningkatan kapasitas SDM pertanian menjadi perhatian khusus Kementerian Pertanian (Kementan). Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan, “Salah satu fokus kita adalah meningkatan kualitas SDM. Dengan SDM yang berkualitas tersebut, kita akan meningkatkan pertanian,” tegas Mentan Syahrul.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, juga menyampaikan pentingnya peningkatan SDM bagi pembangunan suatu negara.

“Jika ingin pertanian maju, majukan dahulu kualitas SDM. Karena SDM yang berkualitas bisa menghadirkan inovasi dan terobosan-terobosan yang dibutuhkan pertanian. Jika sektor pertaniannya telah maju maka dapat diyakini negara tersebut akan menjadi negara maju pula. Untuk itu, bekali  dan bimbing SDM kita dengan pendidikan, pelatihan serta usahakan mereka bisa magang di dunia usaha atau dunia industri baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Dedi.

Advertisement

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) pendidikan Kementan yang memiliki tupoksi untuk melahirkan SDM pertanian andal, maju dan modern menyelenggarakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian Desa Cogreg Kecamatan Parung Kabupaten Bogor (8/3).

“Pelaksanaan bimtek ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan terhadap para petani dan penyuluh di kota Bogor. Di mana kota Bogor ini merupakan daerah yang pertaniannya dianggap memiliki kemajuan”, ujar Siswoyo, selaku Direktur Polbangtan Bogor saat membuka acara mewakili Kepala BPPSDMP.

Melihat tingginya peluang serta permintaan pasar akan maggot, tanaman hias serta pupuk Bokashi. Bimtek kali ini mengambil tiga komoditas yang sedang ‘booming’ tersebut sebagai materi bimtek yang diikuti oleh 100 peserta.

Advertisement

Siswoyo  menjelaskan tingginya kandungan protein dan lemak yang tinggi yang dikandung oleh maggot membuat tingginya permintaan di pasaran. Ini menjadi peluang bagi SDM pertanian untuk membudidayakan maggot tersebut.

“Lain maggot, lain lagi tren tanaman hias yang terus melonjak terlebih di tengah pandemi ini. Nilainya yang terus meningkat menjadikan tanaman hias terus berkembang dan diburu masyarakat. Tak hanya itu, jenis yang beragam serta memiliki keindahan bagi pecinta tanaman hias. Tanaman hias pun memerlukan media tanam salah satunya kompos. Rasanya sayang bila peluang ini tidak dimanfaatkan oleh para petani kita. Melalui bimtek ini kita bekali peserta dengan pengetahuan dan keahlian dalam membudidayakan serta memasakan ketiga komoditas tersebut”, terang Siswoyo.

Sumber: Polbangtan Bogor

Advertisement
Share

Recent Posts

Indonesia Cuan, Australia dan India Jajaki Pupuk Indonesia

JAKARTA-WARTA BOGOR – Mengikuti jejak Australia, India kini turut melirik potensi pasokan pupuk dari Indonesia.…

2 hours ago

Kebijakan WFH Jumat Berpotensi Munculnya Fenomena PJKA

WARTA BOGOR - Penerapan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat bagi aparatur sipil…

5 hours ago
Advertisement

Dugaan Pelecehan oleh Pendakwah SAM, Korban Diimingi Sekolah ke Mesir

BOGOR - WARTA BOGOR - Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pendakwah Syekh Ahmad Al-Misry…

5 hours ago

Belum Sepekan Menjabat, Ketua Ombudsman RI Ditahan Kejagung Terkait Kasus Nikel

JAKARTA - WARTA BOGOR - Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Hery Susanto, resmi ditahan oleh Kejaksaan…

6 hours ago

40 Ribu Rumah di Jabar Masuk Program Renovasi Nasional, Gubernur Dedi Tambah Bantuan Modal Usaha

JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…

1 day ago

Bareskrim Gerebek Rumah Produksi Whip-Pink Ilegal, Omzet Capai Miliaran Per-Bulan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…

1 day ago