Umum

Mengenal Tjipetir, Gutta-percha dari Sukabumi

WARTABOGOR.id- Sebuah papan bertuliskan “Tjipetir” ramai diperbincangkan setelah banyak ditemukan di pantai-pantai Eropa.

Tjipetir atau Cipetir diketahui merupakan salah satu daerah di Sukabumi, Jawa Barat.

Seorang warga bernama Tracy Williams pada 2012 menemukan papan itu kala ia berjalan di pantai dekat rumahnya di Cornwall, Inggris.

Advertisement

Karena penasaran, ia kemudian mengunggah temuan itu ke akun Facebook-nya. Berkat unggahan itu, banyak orang di Eropa melaporkan temuan yang sama.

Mereka berasal dari Spanyol, Perancis, Belanda, Jerman, Norwegia, Swedia, dan Denmark.

Rasa penasaran Williams untuk mengungkap asal-usul papan itu membawanya pada sebuah riset kecil-kecilan.

Advertisement

Ia menemukan petunjuk pertama berupa foto hitam putih yang menunjukkan seorang anak kecil berdiri di samping tumpukan papan bertuliskan Tjipetir.

Foto itu diketahui berasal dari awal 1900-an.

Dalam informasi lain, Tjipetir merupakan nama perkebunan untuk membudidayakan pohon percha penghasil zat seperti karet yang disebut gutta-percha.

Advertisement

Ahli kelautan Curtis Ebbesmeyer menyebut, papan Tjipetir mungkin terdampar di pantai selama berabad-abad.

“Mereka (plat Tjipetir) masih dalam kondisi baik setelah bertahun-tahun, yang tidak biasa. Mereka mungkin salah satu potongan besar kapar yang mungkin ditemukan orang 100 tahun dari sekarang,” sambungnya.

Pada 2013, sebuah teori baru muncul terkait adanya papan Tjipetir di banyak pantai Eropa.

Advertisement

Disebutkan bahwa kapal Jepang bernama Miyazaki Maru yang tenggelam pada 31 Mei 1917 dalam perjalanan dari Yokohama menuju London, membawa ribuan papan gutta percha.

Diperlukan waktu bertahun-tahun untuk mengungkap misteri papan Tjipetir, dan petunjuk pertama datang dari penemuan foto hitam-putih.

Foto tersebut dipotret di Provinsi Jawa Barat, Indonesia pada awal 1900-an, yang menunjukkan tumpukan papan yang dipanggang di bawah sinar matahari di samping seorang anak laki-laki.

Advertisement

Ini digunakan pada barang-barang dari tambalan gigi, bola golf, hingga kabeh bawah air. Bahan ini menunjukkan ketahanan luar biasa saat terkena air.

Pabrik gutta-percha atau dikenal dengan getah perca Tjipetir pernah mengalami masa kejayannya saat zaman kolonial Belanda.

Bahan baku lempengan karet tersebut ternyata sudah merambah pasar internasional. Pohon karet di Sukabumi pertama kali ditanam tahun 1887 oleh Belanda dan butuh 10-14 tahun sebelum bisa dipanen. (Kompas.com)

Advertisement
Share

Recent Posts

Polbangtan Kementan Dorong Kepemimpinan Muda untuk Kawal Kebijakan Pangan Nasional

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung…

2 days ago

Polbangtan Kementan Jajaki Teknologi Drone Pertanian Korea Selatan, Perkuat Wawasan SDM Pertanian Menuju Pertanian Modern

SERPONG-WARTA BOGOR – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan pertanian modern melalui pengenalan teknologi dan…

2 days ago
Advertisement

Evaluasi K-Smart Farm, Polbangtan Kementan Perkuat Keberlanjutan Smart Farming Indonesia

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor bersama tim kerja sama dari Korea Selatan…

2 days ago

IHSG Anjlok 11,16%, Rencana MSCI Picu Kekhawatiran Investor

WARTA BOGOR - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan setelah perdagangan dilanjutkan seusai penghentian…

2 days ago

Wajib Sertifikasi Halal Mulai 18 Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Industri Kosmetik Jadi Sorotan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kewajiban sertifikasi halal yang dijadwalkan mulai berlaku pada 18 Oktober…

2 days ago

Pemkot Bogor Mulai Siapkan Anggaran Biskita Trans Pakuan 2027

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai membahas anggaran operasional Biskita Trans…

2 days ago