Categories: Berita

Merawat Ayam Broiler di Closed House Polbangtan Bogor

BOGOR-WARTA BOGOR – Dari luar, kandang tertutup atau closed house memang terlihat senyap. Namun, di balik ketenangan itu, tersimpan kerja panjang yang menuntut ketelitian, konsistensi, dan kepekaan tinggi. Rutinitas inilah yang dijalani oleh Asa Luhur Pekerti, mahasiswa yang terlibat langsung sebagai petugas kandang dalam perawatan ayam broiler di Polbangtan Bogor.

Perawatan ayam broiler tidak dimulai saat DOC (day-old chick) masuk kandang. Justru, proses penting sudah dimulai jauh sebelumnya. Persiapan kandang menjadi pondasi utama. Kandang dibersihkan menyeluruh menggunakan deterjen, disemprot dengan formalin, dilakukan pengapuran, lalu dikosongkan selama 10–14 hari. Tahapan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah serius untuk memutus rantai penyakit dan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak ayam.

Saat DOC mulai masuk kandang, fokus utama tertuju pada masa brooding—fase paling krusial dalam siklus perawatan ayam broiler. Pada umur 1–4 hari, flushing saluran air dilakukan secara rutin untuk memastikan air minum tetap bersih dan lancar. Bukaan inlet diatur kecil agar udara hangat terfokus di area brooding, sementara kondisi ayam dipantau dari bagian depan kandang. Dari posisi ini, tanda-tanda kedinginan bisa cepat terdeteksi melalui perilaku dan persebaran ayam.

Advertisement

Pemanas tidak dilepas secara terburu-buru. Pada musim hujan, pengurangan pemanas baru dilakukan setelah ayam berumur sekitar delapan hari dan dilepas maksimal pada umur dua belas hari. Pendekatan ini menegaskan bahwa manajemen kandang bukan sekadar mengikuti angka umur, melainkan respons terhadap kondisi lingkungan dan kenyamanan ayam di dalam kandang.

Alas kandang atau sekam menjadi indikator penting kesehatan lingkungan. Saat mulai tercium bau asam, sekam langsung dibalik—dimulai dari area bawah nipple pada umur lima hari, lalu dilanjutkan ke seluruh kandang pada umur tujuh hari. Tekanan niple air minum juga disesuaikan secara bertahap setiap minggu, dimulai dari tekanan awal 20, agar ayam mudah minum tanpa membuat alas kandang lembab.

Pengaturan tirai kandang dilakukan secara dinamis. Tirai belakang mulai dibuka sejak ayam berumur lima hari, sedangkan tirai depan dibuka penuh pada umur sebelas hingga dua belas hari. Area kandang pun diperluas secara bertahap menyesuaikan dengan kepadatan ayam. Semua langkah ini bertujuan menjaga sirkulasi udara tetap optimal tanpa mengorbankan kenyamanan ternak.

Advertisement

Setelah masa brooding berakhir, pengamatan tetap menjadi kunci. Ayam yang terlihat kedinginan tidak dibiarkan pasif, tetapi digerakkan agar tetap aktif. Panas tubuh ayam berasal dari kombinasi pemanas, panas metabolisme saat makan, serta panas lingkungan yang harus tetap terkontrol.

Pengurangan populasi dilakukan bertahap. Baby chick mulai dikurangi pada umur 12–13 hari dan seluruhnya dikeluarkan pada umur 16–18 hari. Penjarangan kembali dilakukan pada umur 24–26 hari sebelum memasuki panen raya pada umur 30–32 hari. Menariknya, kondisi bulu ayam yang bersih dan tidak kusam menjadi tanda visual keberhasilan perawatan—menunjukkan sirkulasi udara berjalan baik dan sekam tetap kering.

Kerja konsisten tersebut berbuah hasil yang sangat baik. Performa pemeliharaan menunjukkan capaian impresif: Feed Conversion Ratio (FCR) mencapai 1,3, tingkat deplesi hanya 3%, dan Indeks Performa (IP) berada di atas 480. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari manajemen kandang yang disiplin, pengaturan lingkungan yang tepat, serta observasi harian yang dilakukan tanpa kompromi.

Advertisement

Kisah Asa Luhur Pekerti menunjukkan bahwa perawatan ayam broiler di kandang closed house bukan hanya soal teknologi dan peralatan. Di dalamnya ada ketajaman observasi, kepekaan terhadap ternak, dan tanggung jawab penuh dalam setiap keputusan harian. Dari kandang inilah lahir pembelajaran nyata—bahwa peternakan modern membutuhkan perpaduan antara ilmu, ketekunan, dan komitmen.

Dalam dunia peternakan, keberhasilan besar selalu berawal dari perhatian pada hal-hal kecil yang dijaga secara konsisten, hari demi hari. (agm)

Advertisement
Share

Recent Posts

Viral Anak Terjatuh ke Area Kandang Gajah Ragunan, Pengelola Sebut Ada Indikasi Pembuatan Konten

JAKARTA - WARTA BOGOR - Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak mengenakan pakaian merah terjatuh…

6 hours ago

Festival Tangguh Bencana Bogor Utara 2026, Hadirkan Mitigasi Bencana hingga Pelatihan Kerja

BOGOR - WARTA BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, membuka Festival Kecamatan Tangguh…

9 hours ago
Advertisement

Fenomena Blue Moon Hiasi Langit Indonesia Hari Ini, Simak Fakta dan Waktu Puncaknya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Fenomena langka Blue Moon atau bulan biru akan menghiasi langit…

9 hours ago

Pemerintah Kaji Penggunaan CNG Tabung 3 Kg untuk Gantikan LPG Subsidi, Bakal Jadi yang Pertama di Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah mematangkan…

2 days ago

Polisi Selidiki Kasus Pencabulan di Ponpes Ciawi Bogor, Diduga Libatkan Lima Pelaku

BOGOR - WARTA BOGOR - Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pencabulan yang terjadi di lingkungan…

3 days ago

Kerbau Albino Mirip Donald Trump Selamat dari Kurban, Kini Dirawat di Kebun Binatang

WARTA BOGOR - Seekor kerbau albino seberat 700 kilogram di Bangladesh mendadak viral karena memiliki…

3 days ago