Internasional

Nepal Bergejolak, 19 Tewas dalam Aksi Protes Gen Z: Ini Tuntutan Demonstran

WARTA BOGOR – Nepal dilanda gelombang demonstrasi besar-besaran dari kalangan Gen Z yang berujung tragedi. Sedikitnya 19 orang tewas ditembak aparat keamanan saat demonstrasi berlangsung di luar gedung parlemen Kathmandu dan Kota Itahari pada Senin (8/9/2025). Aksi ini juga menyebabkan lebih dari 400 orang lainnya luka-luka.

Demonstrasi berlangsung di berbagai kota, menjadi salah satu aksi protes terbesar generasi muda dalam sejarah Nepal. Tuntutan utama mereka menyasar pada isu ekonomi, pemberantasan korupsi, hingga kebebasan berekspresi di media sosial.

Tuntutan Para Demonstran

Advertisement

1. Perbaikan Ekonomi Nasional

Anak muda Nepal menilai pemerintah gagal menyediakan lapangan kerja, sehingga banyak generasi muda terpaksa mencari penghidupan di luar negeri. Mereka menuntut kebijakan ekonomi baru yang berpihak pada generasi muda.

2. Pemberantasan Korupsi

Advertisement

Korupsi yang merajalela di pemerintahan menjadi isu utama. Seorang demonstran kepada Reuters menegaskan, “Semua warga Nepal muak dengan korupsi. Semua anak muda pergi ke luar negeri. Jadi, kami ingin melindungi orang muda dan memperbaiki perekonomian negara.”

3. Kebebasan Media Sosial

Pemerintah Nepal memblokir sejumlah platform media sosial seperti X, YouTube, Instagram, Facebook, hingga WhatsApp karena alasan administratif. Langkah ini memicu kemarahan generasi muda yang melihatnya sebagai upaya membungkam kritik.

Advertisement

Situasi memanas setelah ribuan demonstran menerobos gedung parlemen. Aparat dikerahkan dengan water cannon, gas air mata, dan peluru tajam.

Amnesty International menyebut penggunaan kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa sebagai pelanggaran serius hukum internasional.

Perdana Menteri Nepal, KP Sharma Oli menyampaikan kesedihan atas insiden tersebut dan berjanji tidak menutup diri terhadap aspirasi Gen Z.

Advertisement

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Ramesh Lekhak mengundurkan diri dengan alasan moral atas jatuhnya korban jiwa.

Kantor HAM PBB juga mendesak investigasi independen terkait dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan.

Pasca-bentrokan, otoritas di Kathmandu memberlakukan jam malam di sejumlah distrik untuk mencegah kerusuhan meluas.

Advertisement

Namun, situasi masih tegang karena para demonstran bersumpah akan terus menekan pemerintah hingga tuntutan mereka dipenuhi.

 

 

Advertisement

 

 

Sumber: SINDOnews.com

Advertisement
Share

Recent Posts

Pemkot Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Ada Doorprize dan UMKM Gratis

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama sejumlah organisasi dan komunitas akan…

6 hours ago

Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Pencurian Modul BTS Sebabkan Gangguan Sinyal di Jakarta-Jabar, Kerugian Ditaksir Rp60 Miliar

JAKARTA - WARTA BOGOR - Satresmob Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan sindikat pencurian dan penadahan…

9 hours ago
Advertisement

Pemkot Bogor Renovasi GOR Pajajaran, Perkuat Ekosistem Olahraga Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas…

10 hours ago

Pemprov Jabar Kaji Pemberlakuan Kembali SPP untuk SMA dan SMK Negeri

JABAR - WARTA BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Jawa Barat tengah mengkaji…

1 day ago

Komdigi Dukung Pembatasan Gadget di Sekolah, Lindungi Ancaman Negatif Digital

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyambut baik kebijakan…

1 day ago

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri Bahas Peran KDMP, Ini Hasilnya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet…

1 day ago