SUKABUMI-WARTABOGOR.id –Sukabumi terus panen pada pertengahan April. Kali ini giliran kelompoktani Pangkalan melangsungkan panen raya. Kelompoktani yang terletak di Desa Waluran, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi ini melangsungkan panen seluas 26 Ha. Hasil panen yang baik membuat petani terenyum sumbringah menyiratkan kegembiraan.
Eko Dwi Harianto selaku penyuluh Desa Waluran mengungkapkan bahwa panen terbagi menjadi tiga “Hari ini panen padi dengan varietas Sintanur seluas 7 Ha, varietas Mekongga seluas 11 Ha dan varietas Inpari 32 seluas 8 Ha. Totalnya 26 Ha” kata Eko dengan senyum sumringah.
“Hasil panen kali ini sangat memuaskan bagi petani” pungkas Eko, hal ini karena panen varietas Sintanur menghasilkan 47,6 ton, rata-rata produksi 6,8 ton/ha. Varietas Mekongga menghasilkan 81 ton, rata-rata produksi 7,4 ton/ha dan varietas Inpari 32 menghasilkan 60 ton, rata-rata produksi 7,5 ton/ha. Hasil panen dijual dengan harga GKP (Gabah Kering Panen) Rp. 3.500 – 3.800,- /kg dan harga GKG (Gabah Kering Giling) Rp. 4.200 – 4.600-/kg.
Harga baik dan produksi yang meningkat ini membuktikan pada masyarakat Indonesia secara umum untuk tidak perlu khawatir ketersediaan pangan. Sebab sektor pertanian tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok bangsa Indonesia. Meskipun tetap menerapkan berbagai protokol kesehatan untuk penyuluh maupun petani.
Pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi penopang perekonomian bangsa Indonesia, sebagaimana yang selalu diucapkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), ditengah keresahan bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi wabah Virus Corona.
Arahan Mentan Syahrul tersebut dipertegas oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi yang mengajak kita semua untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit dengan tagar #pertaniantidakberhenti dan tagar #pertanianmelawancovid19.
Pewarta : Ni Kadek Karisma
Editor : Ar