Berita

Pemerintah Siapkan 4 Stimulus Ekonomi Kuartal IV 2026

JAKARTA – WARTA BOGOR – Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi pada kuartal IV 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun.

Paket kebijakan tersebut mencakup bantuan pangan berupa beras, Bantuan Subsidi Upah (BSU), program pembukaan rekening gratis, hingga diskon transportasi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, berbagai stimulus tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menopang konsumsi rumah tangga dan menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.

Advertisement

Lantas, apa saja stimulus ekonomi yang disiapkan pemerintah pada kuartal IV 2026? Berikut rincian program dan besaran bantuannya.

1. Bantuan pangan beras 10 kilogram

Pemerintah menyiapkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram (kg) per bulan selama tiga bulan bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Advertisement

Penyaluran bantuan tersebut direncanakan sekaligus untuk alokasi tiga bulan. Program ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menjaga daya beli, terutama kelompok rumah tangga penerima bantuan.

Untuk merealisasikan program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,54 triliun.

“Bantuan pangan beras, 10 kilogram per bulan untuk 33,24 juta KPM, ini anggarannya Rp17,54 triliun,” ujar Airlangga, dikutip dari Kontan, Jumat (23/10/2026).

Advertisement

2. Bantuan Subsidi Upah Rp900.000

Pemerintah juga menyiapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang menyasar 13,3 juta pekerja yang memenuhi kriteria penerima.

Setiap penerima direncanakan memperoleh bantuan sebesar Rp300.000 per bulan selama tiga bulan. Dengan demikian, total bantuan yang diterima mencapai Rp900.000 per orang dan akan disalurkan sekaligus.

Advertisement

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp11,97 triliun untuk program tersebut. Adapun penyalurannya direncanakan berlangsung pada November hingga Desember 2026.

BSU diharapkan dapat membantu pekerja memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga konsumsi rumah tangga menjelang akhir tahun.

3. Program Satu Orang Satu Rekening

Advertisement

Stimulus berikutnya adalah program Satu Orang Satu Rekening yang direncanakan berjalan pada kuartal IV 2026. Program ini memiliki anggaran sebesar Rp1,28 triliun.

Sasarannya adalah masyarakat berusia 17 tahun ke atas, dengan fokus pada kelompok desil 1 hingga 4. Pemerintah merencanakan setoran awal sebesar Rp50.000 untuk setiap rekening.

Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah yang belum memiliki rekening perbankan.

Advertisement

Airlangga menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini merupakan arahan Presiden. Namun, pemerintah belum merinci lebih lanjut mekanisme pelaksanaannya.

“Ini sudah ada direktif Presiden bahwa program satu orang satu rekening ini dijalankan di kuartal keempat. Anggarannya Rp1,28 triliun,” ujar Airlangga, dikutip dari Kompas.com, Jumat (23/10/2026).

4. Diskon Transportasi Selama Nataru

Advertisement

Untuk mendukung mobilitas masyarakat pada akhir tahun, pemerintah turut menyiapkan stimulus transportasi selama periode Natal dan Tahun Baru.

Kebijakan tersebut mencakup diskon tiket sebesar 30 persen untuk moda transportasi tertentu, termasuk angkutan laut. Pemerintah juga menyiapkan insentif berupa pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah untuk perjalanan udara domestik.

Melalui kebijakan ini, masyarakat diharapkan dapat melakukan perjalanan dengan biaya lebih terjangkau selama libur akhir tahun. Stimulus transportasi juga diharapkan mendorong mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi selama periode Nataru.

Advertisement

Airlangga memperkirakan program stimulus transportasi tersebut akan menjangkau sekitar 6,6 juta orang, dengan alokasi anggaran sebesar Rp883,4 miliar.

Berbagai stimulus ekonomi pada kuartal IV 2026 tersebut mencakup bantuan kebutuhan pokok, dukungan bagi pekerja, perluasan akses layanan keuangan, hingga insentif mobilitas masyarakat.

Pemerintah berharap pelaksanaan program-program tersebut dapat membantu menjaga daya beli masyarakat dan menopang konsumsi rumah tangga hingga akhir tahun.

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

Sumber: Kompas

Advertisement
Share

Recent Posts

Pemkab Bogor Raih Penghargaan Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan

BOGOR - WARTA BOGOR - Bupati Bogor Rudy Susmanto menerima penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang…

4 hours ago

Operasi Patuh 2026 Digelar, Ini 11 Pelanggaran serta Denda Maksimalnya

JAKARTA – WARTA BOGOR - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar Operasi Patuh 2026 secara…

7 hours ago
Advertisement

Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Bogor Dibuka Besok untuk Uji Coba

BOGOR – WARTA BOGOR - Trase baru Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Kota Bogor,…

24 hours ago

Cara Cek NIK Terindikasi Judi Online atau Tidak, Simak Panduannya

WARTA BOGOR - Maraknya aktivitas judi online (judol) membuat masyarakat khawatir Nomor Induk Kependudukan (NIK)…

1 day ago

Tunggakan BPJS Kesehatan Bisa Dicek dari Rumah, Ini 4 Caranya

WARTA BOGOR - Peserta BPJS Kesehatan perlu memastikan iuran bulanan dibayarkan tepat waktu agar status…

1 day ago

Ada Pembangunan JPO, Jalan MA Salmun Bogor Ditutup Selama Dua Bulan

BOGOR – WARTA BOGOR - Jalan MA Salmun, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, ditutup mulai…

1 day ago