Kota Bogor

Pemkot Bogor Paparkan Langkah Percepatan Penurunan Angka Stunting di Kota Bogor

BOGOR – WARTA BOGOR – Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari memaparkan langkah dan inovasi yang diterapkan Kota Bogor dalam rangka mempercepat penurunan angka stunting di Kota Bogor.

“Penanganan stunting tanpa perencanaan yang baik maka akan sia-sia. Untuk itu bersama semua stakeholder, jajaran pemkot Bogor merencanakan dan melaksanakan langkah yang efektif dan efisien, diantaranya melalui beberapa langkah, baik secara kelembagaan maupun langkah nyata lainnya dengan melibatkan pentahelix di Kota Bogor,” ujar Hery pada Rabu (29/5/2024).

Turut hadir secara langsung Kepala Bapperida Kota Bogor, Kepala DPPKB Kota Bogor, Wakil Rektor UIKA, IPB, Yayasan Warga Upadaya, Komunitas Perempuan Indonesia Maju, Swiss Belinn, para stakeholder, serta jajaran Pemkot Bogor di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor.

Advertisement

Dia mengatakan urusan kesehatan pada situasi awal yang diambil pada tahun 2023 berdasarkan baseline akhir tahun 2022 adalah Kota Bogor sudah melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Publikasi data stunting menggunakan dan memanfaatkan sistem data surveilans gizi elektronik dalam pematauan intervensi gizi dan penurunan, pemahaman stunting di seluruh kelurahan, pemantauan tumbuh kembang di posyandu, dua kelurahaan bebas BABS yaitu Rancamaya dan Pabaton hingga pelaksanaan audit stunting di lokasi pada kelurahan yang telah ditetapkan serta pemberdayaan masyarakat kelurahan dalam peningkatan kapasitas dalam percepatan penanganan stunting.

Hery menuturkan, dari 68 kelurahan sebanyak 50 kelurahan telah memiliki guru PAUD yang terlatih untuk pengasuhan stimulasi penanganan stunting dan banyak program maupun kegiatan lainnya seperti pemuktahiran data.

Advertisement

Hery menjelaskan, mengenai anggaran yang dialokasikan dalam percepatan penanganan penurunan stunting Kota Bogor mencapai kurang lebih sebesar Rp127 miliar atau 5,8 persen dari APBD diluar gaji dan tunjangan (tahun 2023), terealisasi sebesar 98,66 persen dari pagu yang telah disediakan.

“Tahun 2024 ditingkatkan menjadi Rp200 miliar lebih,” ucap Hery.

Pada aksi konvergensi ke delapan berupa review kinerja Kota Bogor, termasuk salah satu 10 kabupaten/kota di Jawa Barat yang mengalami penurunan baik melalui tiga metode survei.

Advertisement

Diakhir, dia mengakui dari 8 aksi konvergensi yang dilaksanakan Kota Bogor masih banyak persoalan yang ditemukan, diantaranya belum meratanya akses gizi yang baik terhadap ibu hamil dan balita, belum meratanya pengetahuan, kondisi sosial ekonomi, ketersedian sanitasi dan sebagainya.

 

 

Advertisement

Sumber: TribunnewsBogor

 

Advertisement
Share

Recent Posts

Sejarah Lahirnya Pancasila: Dari Sidang BPUPKI hingga Menjadi Dasar Negara Indonesia

WARTA BOGOR - Pancasila secara etimologis berasal dari bahasa Sanskerta, yakni gabungan kata panca yang…

9 hours ago

Rudy Susmanto sebut Skywalk Tegar Beriman Wujud Pembangunan Inklusif di Kabupaten Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa Skywalk Tegar Beriman tidak…

10 hours ago
Advertisement

SIM Digital Mulai Diterapkan, Ini Syarat dan Tahapan Registrasinya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kepolisian Republik Indonesia terus melakukan transformasi digital dalam layanan publik,…

11 hours ago

Viral Anak Terjatuh ke Area Kandang Gajah Ragunan, Pengelola Sebut Ada Indikasi Pembuatan Konten

JAKARTA - WARTA BOGOR - Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak mengenakan pakaian merah terjatuh…

1 day ago

Festival Tangguh Bencana Bogor Utara 2026, Hadirkan Mitigasi Bencana hingga Pelatihan Kerja

BOGOR - WARTA BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, membuka Festival Kecamatan Tangguh…

1 day ago

Fenomena Blue Moon Hiasi Langit Indonesia Hari Ini, Simak Fakta dan Waktu Puncaknya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Fenomena langka Blue Moon atau bulan biru akan menghiasi langit…

1 day ago