Kota Bogor

Pemkot Bogor Siapkan Program Bantuan Khusus untuk Lansia Perempuan

BOGOR – WARTA BOGOR – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Hanafi mengungkapkan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam memperluas cakupan perlindungan sosial, khususnya bagi lansia perempuan yang hidup dalam kondisi rentan.

Hal ini disampaikan Hanafi dalam kegiatan pemilihan calon penerima bantuan program “Bogor Nyaah Ka Emak” yang berlangsung di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis (17/4/2025).

Hanafi menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertajuk “Jabar Nyaah Ka Indung” yang mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk secara langsung membantu para lansia yang membutuhkan.

Advertisement

“Kita ingin meringankan beban para ibu lansia yang sudah tua, tidak punya suami, dan hidup dalam keterbatasan,” kata Hanafi.

Hanafi menyebutkan sebanyak 78 ASN Kota Bogor dari eselon 2.a, 2.b, dan 3.a akan menjadi pendamping atau “anak angkat” bagi lansia perempuan yang tidak memiliki pasangan, hidup dalam kondisi miskin, serta tinggal di rumah yang tidak layak.

Pemkot Bogor sendiri menetapkan standar minimal bantuan senilai Rp 300.000 untuk eselon 2 dan Rp 200.000 untuk eselon 3. Bantuan ini dapat disalurkan dalam bentuk uang tunai, kebutuhan pokok, atau modal usaha, tergantung pada kondisi masing-masing lansia, dan berlangsung selama enam bulan.

Advertisement

Sistem penyaluran bantuan dilakukan dengan cara pengundian nomor lansia yang telah terdata, untuk kemudian dipasangkan secara acak kepada para ASN yang akan bertanggung jawab.

Saat ini, data calon penerima bantuan tengah melalui proses verifikasi dan konfirmasi ulang untuk memastikan validitasnya sebelum peluncuran resmi program dilakukan.

“Sebelum program ini resmi diluncurkan, kita akan memastikan data yang ada sudah terkonfirmasi dan terverifikasi dengan baik. Jangan sampai nanti ternyata ada yang sudah meninggal, atau tidak sesuai kriteria tapi masih terdata. Baru setelah itu kita launching program ini,” jelas Hanafi.

Advertisement

Program ini diharapkan menjadi salah satu bentuk keterlibatan aktif ASN dalam menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

 

 

Advertisement

 

Sumber: Pemerintah Kota Bogor

Advertisement
Share

Recent Posts

Karhutla Ancam Habitat, Puluhan Orang Utan Diselamatkan di Kalimantan

KALIMANTAN - WARTA BOGOR - Puluhan orang utan yang terancam akibat kebakaran hutan dan lahan…

55 minutes ago

BEM UI Demo Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Ini Lokasi yang Direncanakan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berencana menggelar demonstrasi di kawasan Tugu…

3 hours ago
Advertisement

Jawa Barat Raih Peringkat Pertama Provinsi Ramah Wisata Muslim 2026

Jawa Barat Raih Peringkat Pertama Provinsi Ramah Wisata Muslim IMTI 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Barat…

16 hours ago

Laksa Pak Inin Cihideung Diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda

BOGOR - WARTA BOGOR - Kuliner legendaris Laksa Pak Inin Cihideung mendapat pengakuan sebagai Warisan…

1 day ago

Karhutla Indonesia Ancam ASEAN, ASMC Keluarkan Peringatan Tertinggi

WARTA BOGOR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia memicu kekhawatiran terhadap meluasnya kabut…

1 day ago

Polbangtan Kementan Dorong Kepemimpinan Muda untuk Kawal Kebijakan Pangan Nasional

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung…

4 days ago