Umum

Penerima BPJS Kesehatan Wajib Tahu: 11 Juta Peserta Disaring Ulang, Pemerintah Minta Warga Cek Aplikasi Cek Bansos

JAKARTA – WARTA BOGOR – Bagi jutaan warga Indonesia penerima bantuan iuran kesehatan, hari ini menjadi momentum penting Pemerintah memperketat validasi data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) guna memastikan bantuan iuran kesehatan tepat sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, saat ini sekitar 11 juta peserta PBI JKN berstatus nonaktif tengah dievaluasi menyeluruh.

Mensos mengimbau masyarakat untuk segera memeriksa status kepesertaan melalui aplikasi Cek Bansos atau berkoordinasi dengan aparat desa setempat agar tidak mengalami kendala saat membutuhkan layanan kesehatan.

Advertisement

Evaluasi dilakukan melalui kerja sama Kementerian Sosial dengan Badan Pusat Statistik. Langkah ini diambil karena data sosial ekonomi masyarakat bersifat dinamis, mencakup perubahan akibat kematian, kelahiran, hingga peningkatan kondisi ekonomi warga.

“Penonaktifan dilakukan terhadap peserta yang dinilai sudah mampu, agar kuota bantuan dapat dialihkan kepada masyarakat desil 1 hingga desil 5 yang lebih berhak,” ujar Saifullah Yusuf, dikutip dari kanal YouTube resmi Kemensos RI.Jaminan Layanan untuk Kondisi Darurat dan Penyakit Kronis

Meski demikian, pemerintah menegaskan layanan kesehatan tetap wajib diberikan bagi peserta PBI JKN yang mengalami kondisi darurat atau mengidap penyakit katastrofik seperti gagal ginjal, kanker, dan penyakit jantung. Rumah sakit diminta tidak menolak pasien dalam kondisi gawat darurat dengan alasan administrasi.

Advertisement

Saat ini, jumlah peserta JKN secara nasional mencapai sekitar 152 juta jiwa, dengan hampir 100 juta di antaranya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kolaborasi BPS dan Kemensos

Untuk menghindari salah sasaran, Badan Pusat Statistik (BPS) akan segera melakukan ground check atau verifikasi lapangan terhadap lebih dari 106.000 peserta yang direaktivasi.

Advertisement

Proses verifikasi ini melibatkan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar guna memastikan transparansi data dari tingkat daerah hingga pusat.

Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan juga telah disiagakan untuk mengeksekusi data terbaru hasil pemutakhiran ini, sehingga tidak ada lagi celah bagi warga mampu yang masih menikmati fasilitas untuk rakyat miskin.

Untuk memastikan tidak ada lagi bantuan yang salah sasaran, Kementerian Sosial kini membuka pintu seluas-luasnya bagi publik untuk ikut mengawasi validitas data penerima manfaat.

Advertisement

“Supaya data kita lebih akurat, sesuai arahan pak Menko kita akan terus perkuat mekanisme-mekanismenya. Maka itu kami mengundang masyarakat luas untuk berpartisipasi,” ujar Mensos Saifullah Yusuf.

Agar tidak terkendala saat membutuhkan layanan kesehatan, pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Update Data Mandiri: Gunakan aplikasi Cek Bansos untuk melihat status aktif kepesertaan PBI JKN Anda.
  2. Hubungi Kanal Resmi: Jika kartu nonaktif padahal Anda merasa layak, hubungi call center Kemensos atau kanal resmi BPJS Kesehatan.
  3. Lapor Pemda: Pastikan pemerintah daerah setempat telah memasukkan data terbaru Anda ke dalam sistem, karena penetapan penerima manfaat berawal dari usulan daerah.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

Sumber: Radar Bogor

Advertisement
Share

Recent Posts

Pemkot Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Ada Doorprize dan UMKM Gratis

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama sejumlah organisasi dan komunitas akan…

9 minutes ago

Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Pencurian Modul BTS Sebabkan Gangguan Sinyal di Jakarta-Jabar, Kerugian Ditaksir Rp60 Miliar

JAKARTA - WARTA BOGOR - Satresmob Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan sindikat pencurian dan penadahan…

3 hours ago
Advertisement

Pemkot Bogor Renovasi GOR Pajajaran, Perkuat Ekosistem Olahraga Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas…

4 hours ago

Pemprov Jabar Kaji Pemberlakuan Kembali SPP untuk SMA dan SMK Negeri

JABAR - WARTA BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Jawa Barat tengah mengkaji…

19 hours ago

Komdigi Dukung Pembatasan Gadget di Sekolah, Lindungi Ancaman Negatif Digital

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyambut baik kebijakan…

1 day ago

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri Bahas Peran KDMP, Ini Hasilnya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet…

1 day ago