Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan sektor pertanian dan penguatan program food estate melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan vokasi, tenaga penyuluh pertanian, serta unsur TNI dalam mendukung terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, rombongan meninjau langsung Pusat Benih Unggul — salah satu pilar penting dalam penyediaan benih berkualitas untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Tanjung Jabung Barat. Selain itu, dilakukan dialog strategis bersama tenaga penyuluh dan kelompok tani guna menyerap aspirasi, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi di lapangan, serta merumuskan langkah-langkah percepatan pengembangan kawasan pertanian yang berbasis pada potensi lokal.
Kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama unsur pemerintah daerah dan instansi terkait keamanan wilayah, yang melibatkan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Komando Distrik Militer (Kodim) 0419/Tanjab, serta Komando Resor Militer (Korem) 042/Garuda Putih. Pertemuan ini membahas penguatan kolaborasi lintas sektor agar mendukung keberhasilan program pembangunan pertanian dan food estate di daerah tersebut.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan pertanian harus dilaksanakan secara terpadu dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani serta ketahanan pangan nasional. “Pembangunan pertanian tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga penyuluh, akademisi, unsur TNI, dan petani untuk memastikan program strategis pertanian berjalan efektif dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian sebagai kunci utama keberhasilan program modernisasi dan pengembangan kawasan pertanian. “Sumber daya manusia pertanian yang kompeten dan adaptif menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga pendidikan, lembaga penyuluhan, dan pelaku utama pertanian harus terus diperkuat,” jelasnya.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menyampaikan bahwa keterlibatan Polbangtan Bogor dalam mendampingi kunjungan kerja ini merupakan wujud komitmen lembaga pendidikan vokasi pertanian dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian, khususnya pengembangan kawasan food estate dan modernisasi pertanian. “Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah, tenaga penyuluh, petani, dan lembaga pendidikan vokasi dalam mendukung pengembangan kawasan pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Polbangtan Bogor siap berkontribusi melalui penguatan sumber daya manusia, alih teknologi, serta pendampingan penerapan inovasi pertanian guna mendukung keberhasilan program food estate dan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antar pemangku kepentingan untuk mempercepat pembangunan pertanian di Kabupaten Tanjung Jabung Barat serta mendorong terwujudnya sektor pertanian yang maju, modern, dan berdaya saing tinggi.(wsd)