Mahasiswa Petugas Pemeriksa Hewan Kurban di Kota Bogor
BOGOR-WARTA BOGOR — Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menegaskan komitmennya menyelenggarakan pendidikan vokasi berbasis praktik lapangan melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang melibatkan 100 mahasiswa Jurusan Peternakan. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan, sekaligus berkontribusi menjaga keamanan pangan dan kesehatan masyarakat veteriner.
Kegiatan diawali dengan seremoni pelepasan petugas pemeriksa hewan kurban, sebagai tanda kesiapan mahasiswa melaksanakan tugas di lapangan. Sebanyak 100 mahasiswa berasal dari Program Studi Kesehatan Hewan dan Program Studi Penyuluhan Peternakan serta Kesejahteraan Hewan diterjunkan untuk mendukung pemeriksaan hewan kurban di berbagai titik di Kota Bogor. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa didampingi oleh dosen, Pranata Laboratorium Pendidikan, serta tenaga kependidikan di lingkungan Jurusan Peternakan Polbangtan Bogor.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa keamanan pangan asal hewan merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi langkah strategis menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang kompeten dan siap menjawab kebutuhan sektor peternakan. “Kita membutuhkan SDM pertanian yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda pertanian yang profesional dan berdaya saing,” ujarnya.
Senada dengan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pendidikan vokasi harus memberikan pengalaman belajar nyata agar lulusannya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. “Melalui keterlibatan langsung dalam pemeriksaan hewan kurban, mahasiswa mengasah keterampilan teknis, kemampuan berkomunikasi, dan sikap profesionalisme yang sangat dibutuhkan di lapangan. Ini adalah implementasi nyata konsep link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” ungkapnya.
Rangkaian pemeriksaan dilaksanakan dalam dua tahap: pemeriksaan antemortem pada 26 Mei 2026, dilanjutkan dengan pemeriksaan postmortem pada 27 Mei 2026. Pemeriksaan antemortem bertujuan memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, bebas gejala penyakit, dan memenuhi syarat kesehatan untuk disembelih. Sementara pemeriksaan postmortem dilakukan terhadap karkas, daging, dan organ tubuh hewan guna menjamin produk yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan layak dikonsumsi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Polbangtan Bogor bersinergi dengan petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor. Kolaborasi ini menjadi jaminan agar proses pemeriksaan berjalan sesuai standar kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner yang berlaku.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menyatakan kegiatan ini merupakan wujud penerapan pembelajaran vokasi yang mengedepankan praktik sekaligus pengabdian kepada masyarakat. “Pemeriksaan hewan kurban memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di kelas. Selain meningkatkan keterampilan teknis, mereka juga belajar memegang tanggung jawab profesi, bekerja sama dalam tim, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Inilah esensi pendidikan vokasi: belajar melalui praktik nyata guna melahirkan lulusan yang kompeten dan siap kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa juga menjadi kontribusi Polbangtan Bogor dalam mendukung terwujudnya keamanan pangan asal hewan serta perlindungan kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan yang memperkuat kemampuan teknis dan profesionalisme sebagai calon tenaga di bidang peternakan dan kesehatan hewan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Polbangtan Bogor mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan siap berkontribusi menjaga kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, serta keamanan pangan bagi masyarakat Indonesia.(wsd)
BATANGHARI - WARTA BOGOR— Dalam rangka menindaklanjuti arahan strategis Kementerian Pertanian terkait percepatan swasembada pangan…
TANJUNG JABUNG BARAT-WARTA BOGOR — Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Yoyon Haryanto, bersama Kepala…
WARTA BOGOR - Seorang miliarder sekaligus CEO perusahaan rintisan teknologi, Joshua Baer, tewas dalam kecelakaan…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyerahkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai…
BOGOR - WARTA BOGOR - Ratusan warga memadati kawasan Lembur Sawah, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor…