Polbangtan Bogor Gelar Rakor LTT Pajale dan Upaya Penanganan Kekeringan Tahun 2019


PANGANDARAN-WARTABOGOR.id – Dalam upaya mengurangi tingkat kekeringan dimusim kemarau sekaligus meningkatkan luas tambah tanam UPSUS PAJALE di kabupaten/kota Ciamis, Banjar, dan Pangandaran, Polbangtan Bogor melakukan rapat koordinasi di Hotel Horison Pangandaran, pada hari Kamis. (22/8)

“Kejadian kekeringan seperti ini harus cepat ditangani dan carikan solusi pencegahan agar kemarau tahun yang akan datang kita sudah siap menghadapinya.” tutur Dr. Ir. Siswoyo, MP Direktur Polbangtan Bogor) sekaligus pembuka rapat koordinasi LTT Upsus PAJALE di Hotel Horison Pangandaran.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan dari Kodim 0613 Ciamis, Dinas SDA Propinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran dan perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjar.

Advertisement

Panitia berharap Rakor ini bertujuan untuk menghasilkan kesepakatan-kesepakatan dalam rangka pencapaian realisasi LTT April-September 2019 dari target Oktober 2019 hingga Maret 2020.

Saat ini capaian realisasi LTT April – September 2019 Kabupaten Ciamis seluas 30.059 ha (92,41% dari target), Kota Banjar seluas 2.938 ha (64,89% dari target), dan Kabupaten Pangandaran seluas 15.961 (107,14% dari target).

“Kepala Dinas Kabupaten/Kota, agar memanfaatkan waktu yang tersisa     (±1 bulan) di MT April- September 2019 untuk   memaksimalkan           pencapaian target MT April – September 2019 yang sudah di sepakati bersama pada Rapat Koordinasi PAJALE tanggal 20 Maret 2019 di Tasikmalaya.” (Ujar Nazarudin selaku Ketua Panitia Rakor LTT)

Advertisement

Hal ini perlu disinkronisasikan dengan peranan dan dukungan operasional dari BBWS Citanduy selaku   Penanggungjawab Waduk dan Sungai,  kemudian PSDA Provinsi Jawa Barat, serta Dinas PSDA Kabupaten/Kota Ciamis, Banjar dan Pangandaran.

Kekeringan ini mengakibatkan capaian realisasi LTT pada bulan April – September 2019 kurang optimal terutama pada sawah tadah hujan. Sinergi harus dilakukan dari beberapa instansi terkait antara lain Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota, dan BBWS merupakan titik sentral untuk mengatasi kekeringan di Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, dan Kota Banjar.

“Apabila terjadi kerusakan sarana dan prasaran pengairan yang dapat berdampak pada kesulitan pencapaian target LTT, maka petani dapat mengajukan usulan perbaikan kepada instansi daerah untuk kemudian dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Pusat.” (Ungkap Panitia Rakor LTT).

Advertisement

-Ar-

Advertisement
Share

Recent Posts

Kejagung: Audit BPKP Ungkap Dugaan Pemborosan Program MBG Capai Rp10,5 Triliun per Tahun

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan…

6 hours ago

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Bogor Capai 118, Pemkot Tingkatkan Kapasitas PATBM

BOGOR - WARTA BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengajak masyarakat untuk lebih…

9 hours ago
Advertisement

Tak Penuhi Standar, BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG

JAKARTA - WARTA BOGOR - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional secara permanen sebanyak 833…

10 hours ago

Pemkab Bogor Bangun Pos Terpadu di Eks Warpat Puncak

PUNCAK - WARTA BOGOR - Penataan kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, terus berlanjut. Salah satu program…

22 hours ago

Polisi Ringkus Komplotan Begal yang Targetkan Penyuka Sesama Jenis Lewat Aplikasi Kencan

DEPOK - WARTA BOGOR - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Depok menangkap tiga pria…

1 day ago

Mitchell Baker Ukir Sejarah, Jadi Pencetak Hattrick Termuda Timnas Indonesia di Piala AFF

CIBINONG - WARTA BOGOR - Penyerang muda Mitchell Baker langsung mencatatkan sejarah bersama Timnas Indonesia…

1 day ago