Berita

Tak Penuhi Standar, BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG

JAKARTA – WARTA BOGOR – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional secara permanen sebanyak 833 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai melakukan pelanggaran tata kelola. Keputusan tersebut mulai berlaku pada Senin (27/7/2026).

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan penghentian operasional dilakukan setelah pihaknya menemukan berbagai pelanggaran yang tidak dapat ditoleransi.

“Kami telah menemukan adanya 833 dapur yang kami suspend per hari ini,” ucap Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin.

Advertisement

Ratusan dapur yang dihentikan operasionalnya tersebar di berbagai wilayah Indonesia, yakni 98 dapur di Sumatera, 311 dapur di Jawa dan Madura, serta 424 dapur di Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

Sudaryono menegaskan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditutup permanen tidak lagi menerima kompensasi maupun pembayaran insentif dari pemerintah karena terbukti melanggar ketentuan.

“Dapur yang di-suspend secara permanen ini itu bukan kayak yang lalu, misalnya dulu kan di-suspend tetapi tetap dibayar, kalau ini sudah di-suspend tutup, enggak dibayar. Ini betul-betul adalah suspend karena pelanggaran,” ujarnya.

Advertisement

Menurut Sudaryono, sebagian besar dapur dihentikan operasionalnya karena tidak memenuhi standar higienitas dan sanitasi, berpotensi menimbulkan keracunan makanan, hingga memiliki fasilitas pengolahan limbah yang tidak sesuai ketentuan.

“Terkait higienis, sanitasi, keracunan, kemudian kualitas yang tidak baik, tidak memenuhi standar yang kita inginkan. Kemudian IPAL-nya (Instalasi Pengolahan Air Limbah),” ujarnya.

Sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN, Sudaryono mengaku berkomitmen memperkuat transparansi dalam pelaksanaan program MBG. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah melibatkan masyarakat dalam pengawasan kualitas makanan yang disalurkan.

Advertisement

“Kami juga membangun sebuah transparansi, sebuah cara, dan kami akan umumkan di momen berikutnya ya bagaimana publik bisa ikut terlibat mengawasi menu MBG ini, mengawasi makanan yang dibagi ini,” kata dia.

Ia menegaskan bahwa BGN akan terus melakukan pembenahan internal dan tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang dapat mengganggu kualitas program Makan Bergizi Gratis.

“Kami mencoba untuk bersih-bersih, kami mencoba untuk kemudian yang melanggar kami berikan sanksi,” tegasnya.

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

Sumber: kompas

 

Advertisement
Share

Recent Posts

Gegara Komentar Sambal Keasinan, Pria di Garut Tikam Ponakan hingga Tewas

GARUT - WARTA BOGOR - Kegiatan makan bersama atau ngaliwet yang seharusnya berlangsung hangat di…

8 hours ago

Polri Siapkan Sidang Etik Empat Jenderal Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

JAKARTA - WARTA BOGOR - Polri menyatakan empat perwira tinggi yang menjadi tersangka dalam kasus…

1 day ago
Advertisement

Panik Kepergok Mesum, Guru Ponpes Tabrak Dua Polisi di Tol Banten

BANTEN - WARTA BOGOR - Polisi menangkap ED (27), pengemudi Toyota Avanza yang diduga menabrak…

2 days ago

Judo Sumbang 4 Emas Perdana untuk Kota Bogor di Porprov XV Jabar 2026

BOGOR - WARTA BOGOR - Kontingen Kota Bogor berhasil meraih empat medali emas perdana dalam…

2 days ago

Malam Ini! Sule dan Nunung Bakal Meriahkan Pagelaran Wayang Golek di Balai Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Peringatan Hari Wayang Nasional 2026 di Kota Bogor akan dimeriahkan…

2 days ago

Pemkot Bogor Siapkan Asuransi Usaha bagi Petani Mulai 2027

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana memperkuat perlindungan bagi petani melalui…

2 days ago