Nasional

Polisi Gandeng KNKT dan Lapan Selidiki Benda Diduga Serpihan Roket Milik China

JAKARTA-WARTABOGOR.id- Sejumlah fakta terkait temuan benda yang menyerupai badan pesawat yang terdampar di Teluk Ranggau, Desa Sei Cabang Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, mulai terungkap.

Polisi menyebut benda tersebut merupakan bagian dari badan roket milik China yang meledak di angkasa.

Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Hendra Rochmawan menyebut,pihaknya akan menggandeng Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) untuk melakukan penyelidikan.

Advertisement

Berikut ini faktanya:

1. Diduga meledak di angkasa

Menurut Hendra, benda tersebut diduga meledak di angkasa dan jatuh ke perairan Laut Jawa.

Advertisement

Setelah itu, benda tersebut terseret ombak hingga terdampar di Teluk Ranggau.

Dari penelusuran polisi, pada 10 April 2020, ada roket milik China meledak karena gagal mengorbitkan Satelit Palapa-N1.

“Diperkirakan serpihan benda yang menyerupai badan pesawat tersebut merupakan bagian dari badan roket milik Cina yang meledak di angkasa dan jatuh diperairan Laut Jawa dan terbawa ombak terdampar di Teluk Ranggau, Desa Sei Cabang Kumai, Kobar,” ujarnya.

Advertisement

2. Tulisan dan logo CNSA

Dua orang warga duduk di atas benda logam yang diduga serpihak pesawat. Serpihan ini ditemukan di kawasan Teluk Ranggau, Desa Sungai Cabang, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Senin (4/1/2021).
Lihat Foto
Sementara itu, dari hasil penyelidikan sementara, benda tersebut terdapat logo dan tulisan CNSA (China National Space Administration).

“Berdasarkan hasil temuan di lapangan, di bagian badan serpihan benda tersebut terdapat logo dan tulisan CNSA (China National Space Administration) yaitu Badan Antariksa Nasional Republik Rakyat Tiongkok yang bertanggung jawab untuk program ruang angkasa,” kata Hendra, Rabu (6/1/2021).

Advertisement

3. Libatkan KNKT dan Lapan

Hendra menjelaskan, serpihan benda-benda yang ditemukan tersebut tengah diselidiki dengan melibatkan KNKT dan Lapan.

“Saat ini serpihan material dan beberapa temuan di TKP diamankan di Pos AL Kumai menunggu kedatangan tim KNKT,” ujar Hendra.

Advertisement

4. Soal benda temuan kedua

Sementara itu, sekitar 500 meter dari lokasi temuan serpihan badan roket, petugas juga menemukan setelan pelindung termal, life jacket milik Kapal MV. Yuan Wang Hai Panama.

“Dari hasil tracking oleh KSOP bahwa Kapal MV. Yuan Wang Hai Panama tersebut berlayar dari Australia menuju Vietnam melewati laut Jawa dan akan tiba di Vietnam pada tanggal 16 Januari 2021,” ujarnya.

Advertisement

Diperkirakan life jacket milik kapal MV. Yuan Wang Hai Panama tersebut jatuh di laut atau dibuang oleh penumpang sehingga terbawa arus ombak dan terdampar di pesisir pantai Teluk Ranggau Ds Sei Cabang Kecamatan Kumai, kobar (kompas.com)

Share

Recent Posts

Pemkot Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Ada Doorprize dan UMKM Gratis

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama sejumlah organisasi dan komunitas akan…

4 hours ago

Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Pencurian Modul BTS Sebabkan Gangguan Sinyal di Jakarta-Jabar, Kerugian Ditaksir Rp60 Miliar

JAKARTA - WARTA BOGOR - Satresmob Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan sindikat pencurian dan penadahan…

7 hours ago
Advertisement

Pemkot Bogor Renovasi GOR Pajajaran, Perkuat Ekosistem Olahraga Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas…

8 hours ago

Pemprov Jabar Kaji Pemberlakuan Kembali SPP untuk SMA dan SMK Negeri

JABAR - WARTA BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Jawa Barat tengah mengkaji…

23 hours ago

Komdigi Dukung Pembatasan Gadget di Sekolah, Lindungi Ancaman Negatif Digital

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyambut baik kebijakan…

1 day ago

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri Bahas Peran KDMP, Ini Hasilnya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet…

1 day ago