Nasional

Presiden Prabowo Minta Seluruh Stasiun Televisi Serentak Tampilkan Lagu Indonesia Raya Jam 7 Pagi

JAKARTA – WARTA BOGOR – Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh lembaga penyiaran agar mengumandangkan lagu Indonesia Raya secara serentak pada pukul 07.00 WIB.

Instruksi soal penyiaran Lagu Indonesia Raya ini, disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Angga Raka Prabowo setelah pertemuan dengan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Ubaidillah.

Angga berpendapat bahwa penayangan Lagu Indonesia Raya di siaran pagi dapat menumbuhkan rasa nasionalisme.

Advertisement

Ia menyatakan bahwa radio mulai menyiarkan lagu Indonesia Raya sekitar pukul 07.00 WIB, tetapi televisi belum menyiarkan lagu tersebut secara bersamaan.

“Karena sekarang kalau kita lihat di beberapa stasiun televisi ada yang siarkan pukul 06.00, 05.00, 04.00 bahkan 03.00 pagi. Ke depan semoga bisa serempak pukul 07.00 pagi,” ujar Angga, dikutip Kamis (19/12/2024).

Selain itu, Angga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo ingin stasiun televisi menyiarkan program ramah anak yang lebih informatif, edukatif, dan inspiratif.

Advertisement

“Ada pesan dari Bapak Presiden agar bobot siarannya lebih informatif, edukatif, dan inspiratif pada siaran pagi atau pada jam-jam yang banyak anak-anak menonton televisi,” ucapnya.

Di sisi lain, Angga mendorong KPI untuk melindungi generasi bangsa dari siaran yang tidak sesuai dengan usia.

“Jangan sampai anak-anak kita terpapar siaran yang tidak sesuai dengan usia. Ini dilakukan untuk menjaga generasi Indonesia yang akan datang,” tambahnya.

Advertisement

Selain itu, Angga mengatakan pesan Presiden Prabowo Subianto tentang upaya bersama untuk memberantas game online terlarang yang telah menjadi ancaman besar bagi negara.

“Kita harus kompak, kami harap juga para stakeholder TV nasional ikut serta membantu perang terhadap game online terlarang ini. Mungkin kita bisa sisipkan iklan layanan masyarakat terkait bahaya judol ini pada waktu-waktu prime time, guna tingkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya judol ini,” pungkasnya.

 

Advertisement

 

Sumber: Radar Bogor

Advertisement
Share

Recent Posts

40 Ribu Rumah di Jabar Masuk Program Renovasi Nasional, Gubernur Dedi Tambah Bantuan Modal Usaha

JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…

15 hours ago

Bareskrim Gerebek Rumah Produksi Whip-Pink Ilegal, Omzet Capai Miliaran Per-Bulan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…

15 hours ago
Advertisement

Trump Klaim “Buka Selat Hormuz”, Sebut Dilakukan untuk China dan Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya telah “membuka…

17 hours ago

Wamen PU Resmikan Sistem Canggih Deteksi Banjir di Cileungsi Bogor

CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…

1 day ago

Kuasai Teknologi, Mahasiswa Polbangtan Kementan Operasikan Drone dalam Gerakan Tanam Serempak 10.000 Ha

TANAH LAUT-WARTA BOGOR  – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…

2 days ago

KPK Soroti Pengadaan Puluhan Ribu Motor Listrik oleh BGN

JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…

2 days ago