Oplus_131072
JAKARTA – WARTA BOGOR – Presiden Prabowo Subianto kembali merespons berbagai kritik yang diarahkan kepada pemerintahannya, termasuk munculnya gerakan “Indonesia Gelap” dan tagar “kabur aja dulu” di media sosial.
Dalam pidatonya di Cilacap, Rabu (29/4/2026), Prabowo menanggapi kritik tersebut dengan nada tegas.
“Terus kita dibikin apa lagi? Indonesia gelap. Matanya buram Indonesia gelap. Indonesia terang,” kata Prabowo.
Ia menilai gerakan kritik yang berpotensi memecah belah bangsa memiliki kemiripan dengan pola adu domba yang pernah terjadi di masa lalu. Prabowo menyinggung sejumlah gerakan pemberontakan seperti DI/TII, APRA, RMS, PGRS-Paraku, hingga PRRI-Permesta.
Selain itu, ia juga menanggapi fenomena ajakan untuk meninggalkan Indonesia yang ramai di media sosial.
“Ada yang mau kabur? Kabur aja. Kabur aja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman ya? Silakan. Mau kabur ke mana?” ujarnya.
“Hei orang-orang pintar, bukalah, bukalah berita! Lihatlah, kita ditempatkan sebagai negara yang paling aman di dunia sekarang. Kabur aja deh. Iya kabur aja biar kita enggak gaduh,” lanjutnya.
Menurut Prabowo, saat ini merupakan momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. Ia mengajak para intelektual dan profesional untuk mengabdikan keahliannya demi kepentingan rakyat.
“Kita sudah paham. Kita sudah lihat data-datanya. Sekarang tinggal kita mampu atau tidak mengelola. Sekarang saatnya para teknokrat, sekarang saatnya para ilmuwan, sekarang saatnya para insinyur, para profesor jadi profesor merah putih, jadi profesor pembela rakyat, jadi insinyur untuk bangsa dan rakyat,” kata dia.
“Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menipu rakyat dan bangsa. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menutupi korupsi dan perampokan. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk memperkaya bangsa lain,” tambahnya.
Prabowo juga menegaskan tidak akan memberi ruang bagi individu yang tidak memiliki sikap patriotik dalam lingkaran pemerintahannya.
“Saya tidak akan toleransi mereka-mereka yang tidak patriotik. Sepintar kau apa pun kalau kau tidak bela bangsamu sendiri tidak ada tempat di sekitar saya. Carilah orang lain,” tegasnya.
Gerakan “Indonesia Gelap” dan tagar “kabur aja dulu” sendiri muncul di tengah kritik dari kalangan mahasiswa dan masyarakat sipil terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, mulai dari kebijakan perpajakan hingga penerbitan regulasi yang dianggap kontroversial. Selain itu, gaya hidup sebagian pejabat publik yang dinilai mewah dan kurang empatik turut menjadi sorotan publik.
Sumber: bloomberg
BATANGHARI-WARTA BOGOR – Kementerian Pertanian Republik Indonesia kembali menggelar Gerakan Tanam Serempak (GERTAM) secara nasional…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan menambah…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Dalam rangka membantu masyarakat merencanakan aktivitas secara lebih optimal, informasi…
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana kembali membuka Program Magang Nasional pada tahun 2026 dengan kuota yang…
JAKARTA - WARTA BOGOR - International Football Association Board resmi menyetujui dua aturan baru terkait…
BEKASI - WARTA BOGOR - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melakukan inspeksi mendadak (sidak)…