Nasional

Pemerintah Pastikan Tak Ada Pajak Baru di Tengah Ketidakpastian Global

JAKARTA – WARTA BOGOR – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan menambah jenis pajak baru maupun menaikkan tarif pajak dalam waktu dekat. Di tengah tekanan ekonomi global, kebijakan fiskal diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan melalui penguatan investasi dan perbaikan iklim usaha.

Purbaya menegaskan kebijakan fiskal saat ini tidak diarahkan untuk menambah beban masyarakat, melainkan memperkuat penerimaan melalui peningkatan kepatuhan pajak dan penutupan kebocoran.

“Fokus pemerintah saat ini adalah meningkatkan kepatuhan dan menutup kebocoran pajak, bukan menaikkan tarif,” ujar Purbaya dalam keterangan resmi pada Rabu (29/4/2026).

Advertisement

Menurut Purbaya, posisi itu konsisten dengan sikap pemerintah sejak awal bahwa kenaikan pajak tidak akan dilakukan sebelum ekonomi cukup kuat, termasuk ketika pertumbuhan mendekati 6 persen.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, Purbaya mengatakan Indonesia justru harus memperkuat mesin pertumbuhan domestik. Mantan bos LPS ini menilai tekanan eksternal selalu hadir dari waktu ke waktu, namun dapat dimitigasi melalui konsumsi rumah tangga, investasi, dan koordinasi kebijakan.

“Belanja masyarakat adalah mesin terbesar pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga konsumsi tetap kuat, sembari mendorong investasi swasta agar menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.

Advertisement

Lebih jauh Purbaya menegaskan bahwa ekonomi Indonesia selama ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni konsumsi, investasi, dan perdagangan.

Ketiganya, menurut dia, harus dijaga agar tetap tumbuh di tengah gejolak global. “Realitanya, ekonomi Indonesia ditopang konsumsi, investasi serta perdagangan. Maka dari itu, kami akan terus jaga sektor swasta agar terus tumbuh, salah satunya dengan satgas P2SP atau debottlenecking,” ujarnya.

Dalam paparannya, Purbaya juga menekankan pentingnya kepastian hukum sebagai bagian dari strategi menjaga pertumbuhan ekonomi.

Advertisement

Menurut dia, sinergi dengan aparat penegak hukum penting agar investasi, termasuk di daerah, tidak terganggu oleh hambatan non-ekonomi.

Alih-alih mengandalkan penambahan pungutan, pemerintah, kata dia, memilih memperkuat fondasi ekonomi melalui reformasi penerimaan, penyelesaian hambatan usaha, dan menjaga ruang pertumbuhan sektor swasta tetap terbuka.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: kompas

 

Advertisement
Share

Recent Posts

Muhammadiyah Umumkan Jadwal Ramadan dan Idulfitri 1448 H

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan jadwal Ramadan dan Hari…

2 hours ago

Prabowo Ingin Kuliah di PTN Gratis, Mendiktisaintek Mulai Kaji Skema

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan…

16 hours ago
Advertisement

Daftar Lengkap Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Mudah untuk Susun Agenda Sepanjang Tahun

JAKARTA-WARTA BOGOR — Tahun 2026 sudah memasuki penghujung. Masyarakat kini mulai dapat mempersiapkan berbagai agenda…

24 hours ago

Pondasi Spiritual dan Ketahanan Mental Keluarga

BOGOR-WARTA BOGOR — Keluarga memegang peran kunci dalam membentuk ketahanan mental dan emosi setiap anggotanya.…

1 day ago

Tabligh Akbar Keumatan Kota Bogor: Sinergi Ormas Islam Kokohkan Ketahanan Keluarga

BOGOR-WARTA BOGOR — Forum Komunikasi Ormas Islam (FKOI) Kota Bogor bersama Ikatan Dai Indonesia (IKADI)…

1 day ago

Salat Istisqo Digelar di Cibinong, Warga dan Pejabat Berdoa Memohon Hujan

CIBINONG - WARTA BOGOR - Salat Istisqo atau salat untuk memohon hujan digelar di Lapangan…

3 days ago