Umum

Respon MUI Jabar terkait Aliran yang Membolehkan Bertukar Pasangan

BANDUNG – WARTA BOGOR – Masyarakat dibuat heboh dengan video aliran tertentu yang membolehkan jemaahnya saling bertukar pasangan.

Dalam video tersebut, memperlihatkan seorang pemuka agama membolehkan para pengikutnya untuk saling bertukar pasangan, meskipun tidak ada ikatan pernikahan. Dan dia juga menyebut hukum saling bertukar pasangan atas dasar suka sama suka hukumnya sah.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Rafani Akhyar merespon hal ini. Dia mengatakan masih mendalami aliran dalam video yang viral di media sosial itu.

Advertisement

“Kami dari MUI Jabar baru menerima video yang kontennya semacam pengajuan dan ada pernyataan dari pimpinan pengajian itu yang membolehkan dan menghalalkan pertukaran pasangan di antara jemaahnya itu,” ucapnya saat ditemui di Kantor MUI Jabar, Bandung, Rabu (28/02/2024).

Menurut informasi yang diterimanya, aliran itu berasal dari luar daerah. Namun, lokasi pembuatan videonya dilakukan di Jawa Barat.

Rafani mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut lokasi pembuatan video diduga aliran sesat tersebut.

Advertisement

Menurutnya, video berisi aliran yang membolehkan bertukar pasangan harus ditangani secara serius. Pasalnya, bisa merusak citra agama Islam.

“Bagi MUI ini serius dan karena itu kami sedang melakukan koordinasi dengan kepolisian. Saya menghubungi Polda dan sama dengan melakukan penulusuran dan mudah-mudahan nanti bisa ditemukan,” ujar Rafani.

Ia juga menjelaskan, dalam agama Islam tidak ada aturan atau hukum yang membolehkan bertukar pasangan. Apalagi atas dasar suka sama suka dan tidak ada ikatan pernikahan yang sah secara agama maupun negara.

Advertisement

“Bukan hanya penistaan agama tapi menyimpang dari ajaran agama,” tambahnya.

Meski diduga video tersebut hanya settingan, tetapi Rafani menegaskan video tersebut sudah beredar luas di masyarakat dan menimbulkan keresahan.

“Walaupun hanya konten tetap harus ditelusuri untuk apa, ini kan bisa menimbulkan keresahan di masyarakat,” tandas Rafani.

Advertisement

 

Sumber: Kompas

 

Advertisement
Share

Recent Posts

Intelijen Ukraina Ungkap Perekrutan Delapan WNI oleh Rusia untuk Perang Melawan Ukraina

WARTA BOGOR - Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU)…

3 hours ago

249 Generasi Muda Mulai Langkah Baru di Polbangtan Kementan

BOGOR-WARTA BOGOR — Sebanyak 249 generasi muda memulai perjalanan pendidikan vokasi pertanian di Politeknik Pembangunan…

4 hours ago
Advertisement

Polbangtan Kementan Meriahkan Kirab Merah Putih Kota Bogor lewat Drumband Canka Lembayung Muda

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor turut berpartisipasi dalam Kirab Merah Putih Kota…

4 hours ago

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Polbangtan Kementan Luncurkan Gerakan Tanam Bersama di Batanghari

BATANGHARI-WARTA BOGOR – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan demi tercapainya Swasembada Pangan Nasional secara…

4 hours ago

Festival Merah Putih 2026 Berakhir, Dorong Perputaran Ekonomi Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Festival Merah Putih (FMP) 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama…

9 hours ago

Karhutla Meluas di Jawa Barat, Dedi Mulyadi Minta Pendakian Gunung Ditunda

JABAR - WARTA BOGOR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius di…

11 hours ago