Kota Bogor

Stabilitas Harga dan Inflasi di Bogor Terjaga, Ini Langkah yang Dilakukan Pemkot

BOGOR – WARTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berusaha membuat akses yang lebih mudah bagi warga Kota Bogor mendapatkan sembilan kebutuhan pokok. Selain tersedia, harga sembako juga murah dan terjangkau bagi masyarakat.

Bagaimana langkah Pemkot Bogor untuk menurunkan biaya sembako dan membuatnya mudah diakses di seluruh Kota Bogor?

Pemkot menegaskan keberhasilan menjaga harga pangan stabil. Inflasi tahunan (yoy) Kota Bogor tercatat sebesar 2,16% hingga Juni 2025, yang masih berada di bawah target nasional 1,5–3,5%.

Advertisement

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bogor, Dewi Kurniasari menjelaskan angka inflasi tersebut menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Kota Bogor relatif sehat dan terkendali, meskipun angka tersebut berada di tengah perubahan harga setelah Idul Adha.

“Inflasi itu ibarat tekanan darah. Tidak boleh terlalu rendah, tapi juga tidak boleh terlalu tinggi. Di angka 2,16% ini, kita bisa bilang kondisi cukup stabil,” kata Dewi.

Ia menyatakan bahwa meskipun dalam periode rawan lonjakan harga seperti Lebaran dan Iduladha, inflasi Kota Bogor tetap stabil.

Advertisement

Salah satu faktor utamanya adalah pasokan pangan yang relatif aman karena panen raya yang dilakukan di beberapa wilayah penghasil. “Cabai, bawang, telur, dan ayam akhirnya naik, tetapi tidak lama,” ucapnya.

Menurut Dewi, pasokan dari daerah seperti Ciamis, Garut, Sukabumi, dan Cianjur cukup membantu menekan harga.

Selain itu, strategi pengendalian inflasi nasional melalui pendekatan 4K, ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang dilaksanakan secara efektif.

Advertisement

Terlebih hingga pertengahan tahun ini, Pemkot Bogor telah mengadakan 25 Gerakan Pangan Murah (GPM) dan 18 Pasar Murah (PM) di beberapa kecamatan.

“Ini mendorong stabilitas pasar, bahkan minyak goreng kita jual Rp14.500 padahal HET-nya Rp15.700,” ujar Dewi.

Selain itu, kolaborasi terus diperkuat dengan Bulog dan pelaku usaha pangan dari sentra produksi.

Advertisement

Dalam kasus kebijakan berisiko, seperti kenaikan tarif air minum, pemkot juga menyiapkan kompensasi inflasi.

“Kami punya program BUMD Peduli Inflasi. Misalnya, PDAM memberikan subsidi untuk bahan pokok, agar daya beli warga tetap aman,” tutur Dewi.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: Radar Bogor

Share

Recent Posts

Wamen PU Resmikan Sistem Canggih Deteksi Banjir di Cileungsi Bogor

CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…

6 hours ago

Kuasai Teknologi, Mahasiswa Polbangtan Kementan Operasikan Drone dalam Gerakan Tanam Serempak 10.000 Ha

TANAH LAUT-WARTA BOGOR  – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…

14 hours ago
Advertisement

KPK Soroti Pengadaan Puluhan Ribu Motor Listrik oleh BGN

JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…

16 hours ago

Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor, 14 ASN Diperiksa

KABUPATEN BOGOR - BOGOR - Kabar adanya dugaan praktik jual beli jabatan mencuat di lingkungan…

17 hours ago

Pemkot Bogor Siapkan Rp51 Miliar untuk Lanjutkan Revitalisasi Tahap ke-2 GOR Pajajaran

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota Bogor menyiapkan anggaran sekitar Rp51 miliar untuk melanjutkan…

1 day ago

Viral Chat Pelecehan Seksual Mahasiswa FHUI, Rektor UI Buka Suara

JAKARTA - WARTA BOGOR - Viral di media sosial percakapan bernada pelecehan seks di grup…

2 days ago