Lingkungan

Tanah Bergerak di Kaki Gunung Baros Sukabumi, 40 Rumah Rusak

SUKABUMI-WARTABOGOR.id – Bencana tanah bergerak kembali menerjang dua kampung di Dusun Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Sukabumi, Jawa Barat.

Bencana geologi ini mulai diketahui masyarakat sejak Rabu (23/12/2020). Hingga Senin (11/1/2021) pergerakan tanah terus meluas dan mengakibatkan warga semakin khawatir.

Hingga saat ini, data sementara rumah rusak terdampak bencana tanah bergerak mencapai 40 unit rumah.

Advertisement

Sejumlah bangunan rumah tembok mengalami retak-retak pada dinding dan lantainya.

Sedangkan pada rumah-rumah panggung mengakibatkan bergesernya batu pondasi (tatapakan).

Terjadi selama 2 pekan
Selain itu retakan memanjang dijumpai di tanah di sekitar permukiman dan lahan lerengan di perbukitan Gunung Baros.

Advertisement

“Sudah dua pekan yang lalu kelihatan hanya retakan kecil di dinding dapur,,” ungkap Nur Hatimi (24)

Namun, lanjut dia, saat ini retakan itu ada di dinding kamar, ruang tengah dan lantai. Juga di pinggir rumah dekat ke jalan ada retakan.

“Retakan ini juga ada di rumah-rumah tetangga, dan tanah di perkampungan,” ujar dia.

Advertisement

Mengungsi
Warga lainnya di Kampung Suradita, Oneng (65) menuturkan rumah temboknya sudah tidak layak huni.

Makanya sudah mengungsi ke rumah saudaranya sekitar seminggu.

“Tembok-temboknya dan lantai sudah banyak retakan Takut ambruk makanya mengungsi,” tutur dia.

Advertisement

Sementara Saepulloh yang rumahnya mengalami kerusakan di berbagai ruangan sudah mengemas pakaian, alat tidur dan lainnya.

Dia dan keluarganya berkeinginan mengungsi namun belum tahu kemana. Karena khawatir rumah permanennya terus rusak karena tanah bergerak.

“Inginnya pemerintah cepat menyediakan tempat pengungsian. Kami siap mengungsi,” ujar Saepulloh.

Advertisement

Dia mengatakan rumahnya sudah retak-retak di dinding dan lantainya. Bahkan di kamar, lantai keramiknya sudah terangkat.

“Retakan pertama diketahui dua pekan lalu. Sekarang retakannya terus melebar dan dimana-mana,” ujar saepullah

Retakan terus meluas
Sementara, Aam (40) mengakui hari ini lantai keramik rumahnya mengalami retak-retak. Dia baru mengetahui setelah pulang dari kebun sekitar pukul 12:00 WIB.

Advertisement

“Tadi pagi belum ada, pas pulang baru kelihatan retakannya,” aku dia sambil menunjukkan lantai yang hancur.

Menurut Aam retakan-retakan di rumahnya sudah diketahui dua pekan lalu. Saat itu retakannya hanya terlihat pada bagian dinding.

“Ia awalnya hanya retakan di dinding, sekarang retakannya melebar juga ke lantai,” ujar dia.

Advertisement

Masjid hingga bangunan sekolah ikut terdampak
Kepala Dusun Suradita, Kosasih menjelaskan, retakan pada dinding dan lantai di rumah warga mulai diketahui sekitar tiga pekan lalu.

“Lebar retakannya paling seukuran sapu lidi, dan memanjang. Sekarang lebarnya sekitar sejengkal dan dalamnya sampai dua meter,” jelas Kosasih.

Menurut dia bencana tanah bergerak itu juga dialami masyarakat di Kampung Suradita. Saat itu dilaporkan beberapa rumah bagian dindingnya retak-retak.

Advertisement

“Sekarang banyak rumah yang terdampak kerusakan, dan sudah ada warga mengungsi,” ujar Kosasih.

“Kalau tahun lalu hanya terjadi retakan tanah perbukitan Gunung Baros saja, tidak ada kerusakan ke rumah-rumah,” sambung dia.

Data sementara rumah rusak terdampak bencana gerakan tanah berjumlah 40 unit rumah. Seluruhnya ada 204 unit rumah yang dihuni 232 kepala keluarga (KK) atau 649 jiwa.

Advertisement

Selain itu, dua masjid, Sekolah Dasar Negeri (SDN), Madrasah Diniyah (MD), PAUD dan Posyandu mengalami kerusakan retak pada dinding dan lantainya.

Share

Recent Posts

Viral Anak Terjatuh ke Area Kandang Gajah Ragunan, Pengelola Sebut Ada Indikasi Pembuatan Konten

JAKARTA - WARTA BOGOR - Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak mengenakan pakaian merah terjatuh…

14 hours ago

Festival Tangguh Bencana Bogor Utara 2026, Hadirkan Mitigasi Bencana hingga Pelatihan Kerja

BOGOR - WARTA BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, membuka Festival Kecamatan Tangguh…

16 hours ago
Advertisement

Fenomena Blue Moon Hiasi Langit Indonesia Hari Ini, Simak Fakta dan Waktu Puncaknya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Fenomena langka Blue Moon atau bulan biru akan menghiasi langit…

16 hours ago

Pemerintah Kaji Penggunaan CNG Tabung 3 Kg untuk Gantikan LPG Subsidi, Bakal Jadi yang Pertama di Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah mematangkan…

3 days ago

Polisi Selidiki Kasus Pencabulan di Ponpes Ciawi Bogor, Diduga Libatkan Lima Pelaku

BOGOR - WARTA BOGOR - Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pencabulan yang terjadi di lingkungan…

3 days ago

Kerbau Albino Mirip Donald Trump Selamat dari Kurban, Kini Dirawat di Kebun Binatang

WARTA BOGOR - Seekor kerbau albino seberat 700 kilogram di Bangladesh mendadak viral karena memiliki…

3 days ago