YOGYAKARTA-WARTA BOGOR-Pada Rabu (21/1/2026), di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM), nama Tria Sofie tercatat dengan gemilang dalam daftar wisudawan program pascasarjana. Perempuan asal Blora, Jawa Tengah, yang baru berusia 22 tahun 6 bulan, tidak hanya meraih gelar magister, tetapi juga menorehkan prestasi sebagai wisudawan S2 termuda Fakultas Geografi UGM. Prestasi ini semakin mencolok ketika dibandingkan dengan rerata usia lulusan Program Magister periode tersebut, yaitu 29 tahun 6 bulan 15 hari.
Perjalanan pendidikan Sofie di UGM sudah dimulai sejak tahun 2020 ketika ia menyelesaikan gelar Sarjana. Sejak awal perkuliahan, ia telah memiliki target jelas untuk melanjutkan studi ke jenjang magister. Kesempatan emas datang ketika Fakultas Geografi UGM menyelenggarakan sosialisasi program fast track, yang langsung ia manfaatkan untuk mewujudkan impiannya. Meskipun sudah merencanakan untuk melanjutkan S2 segera setelah S1, Sofie mengaku tidak menyangka akan dinobatkan sebagai lulusan termuda di program pascasarjana tersebut.
Namun, kecepatan menyelesaikan studi melalui jalur fast track tidak datang dengan mudah. Sofie harus menyelesaikan magister hanya dalam satu setengah tahun, dengan tuntutan tambahan untuk melakukan publikasi terindeks Scopus. Tantangan terbesar yang dihadapinya adalah membagi waktu antara penyusunan skripsi S1, perkuliahan S2, penulisan tesis, dan penyusunan manuskrip publikasi ilmiah, yang semuanya berlangsung hampir bersamaan. “Rasanya ketumpuk,” ujarnya. Untuk mengatasi tekanan tersebut, Sofie menerapkan strategi menyelesaikan target secara bertahap, dengan memprioritaskan penyelesaian skripsi S1 sebagai langkah awal sebelum melangkah ke tahapan berikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sofie juga memberikan pesan berharga kepada mahasiswa yang tertarik mengikuti program fast track. Menurutnya, penting untuk mempertimbangkan tujuan karir ke depan sebelum memilih jalur ini, karena program fast track lebih fokus pada riset, sehingga sangat cocok bagi mereka yang bercita-cita menjadi akademisi, dosen, atau pengajar. Ia juga menekankan bahwa mengejar pendidikan atau cita-cita lainnya tidak membutuhkan kepintaran luar biasa, tetapi yang paling penting adalah semangat juang dan rasa tanggung jawab. “Kalau mau lanjut sekolah atau mengejar apa pun, kita enggak harus merasa pintar banget. Yang penting bertanggung jawab dan mau berjuang,” pungkasnya. Prestasi Tria Sofie membuktikan bahwa dengan perencanaan yang matang, kerja keras, dan ketekunan, impian yang tampak sulit dapat terwujud bahkan di usia yang relatif muda.
Sumber: detik.com
SOLO - WARTA BOGOR - Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara setelah namanya…
BOGOR - WARTA BOGOR - Jalan motor Mbah Dalem Batutulis di Kecamatan Bogor Selatan, Kota…
BOGOR - WARTA BOGOR - Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor sejak Rabu (28/1/2026) hingga…
BOGOR - WARTA BOGOR - Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat) diharapkan menjadi salah satu…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sleman Kombes Edy Setyanto dan Kepala…
WARTA BOGOR - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyebutkan…