Kabupaten Bogor

Warga Banyak Berobat ke Tangerang, DPRD Kabupaten Bogor Desak Pemkab Bangun RS Baru

BOGOR – WARTA BOGOR – Ketimpangan fasilitas kesehatan di Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan tajam legislatif. Wilayah Bogor Barat yang memiliki jumlah penduduk besar dan bentang wilayah luas dinilai masih kekurangan layanan kesehatan yang memadai.

Akibat keterbatasan fasilitas, tidak sedikit warga yang sakit terpaksa mencari pengobatan ke daerah lain, bahkan hingga ke Tangerang, demi memperoleh penanganan medis yang lebih cepat.

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara. Ia menilai, mengandalkan satu rumah sakit daerah di Leuwiliang (RSUD Moh. Noh Nur) sudah tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat Bogor Barat saat ini.

Advertisement

“Betul, di Bogor Barat itu ketika ada masyarakat kita yang sakit, jaraknya ke Leuwiliang cukup jauh,” ujar Sastra, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, warga di wilayah pinggiran seperti Rumpin, Cigudeg, dan Parungpanjang harus menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan. Situasi ini dinilai tidak adil bagi masyarakat yang seharusnya memperoleh akses pelayanan dasar secara merata.

Sastra menegaskan, keluhan warga Bogor Barat akan menjadi catatan khusus yang akan ia sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor. Ia berharap tidak ada lagi kesan bahwa sebagian wilayah Bogor dianaktirikan dalam pemenuhan layanan publik.

Advertisement

“Kita berharap Kabupaten Bogor, khususnya Bogor Barat, punya pelayanan kesehatan yang baik, yang betul-betul dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Tidak hanya sekadar mengkritik, Sastra langsung memberikan instruksi strategis kepada eksekutif. Ia meminta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor untuk segera mengkaji dan memasukkan rencana ini dalam prioritas pembangunan.

Dengan masuknya rencana ini ke dalam blueprint pembangunan 2026, Sastra menargetkan realisasi fisik atau operasional bisa mulai dirasakan pada tahun 2027. Fokus utamanya adalah daerah yang selama ini paling jauh dari jangkauan RSUD, yakni Parung Panjang dan Tenjo.

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

Sumber: suarajabar.id

Advertisement
Share

Recent Posts

Intelijen Ukraina Ungkap Perekrutan Delapan WNI oleh Rusia untuk Perang Melawan Ukraina

WARTA BOGOR - Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU)…

3 hours ago

249 Generasi Muda Mulai Langkah Baru di Polbangtan Kementan

BOGOR-WARTA BOGOR — Sebanyak 249 generasi muda memulai perjalanan pendidikan vokasi pertanian di Politeknik Pembangunan…

4 hours ago
Advertisement

Polbangtan Kementan Meriahkan Kirab Merah Putih Kota Bogor lewat Drumband Canka Lembayung Muda

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor turut berpartisipasi dalam Kirab Merah Putih Kota…

4 hours ago

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Polbangtan Kementan Luncurkan Gerakan Tanam Bersama di Batanghari

BATANGHARI-WARTA BOGOR – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan demi tercapainya Swasembada Pangan Nasional secara…

5 hours ago

Festival Merah Putih 2026 Berakhir, Dorong Perputaran Ekonomi Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Festival Merah Putih (FMP) 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama…

9 hours ago

Karhutla Meluas di Jawa Barat, Dedi Mulyadi Minta Pendakian Gunung Ditunda

JABAR - WARTA BOGOR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius di…

12 hours ago