Nasional

Usai Kejagung Ungkap Anak SD Main Judi Online, KPAI Dorong Rehabilitasi Spesifik

JAKARTA – WARTA BOGOR – KPAI mendorong anak-anak terlibat judol mendapatkan intervensi rehabilitasi yang spesifik. Hal ini dilakukan usai Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan anak sekolah dasar (SD) menjadi salah satu pelaku judi online (judol) di Indonesia.

“Perlu sekali data anak yang terkait aktivitas judol ini dipilah dan diteruskan ke Kementerian terkait (KPPPA dan Kemensos) agar data tidak hanya berhenti sebagai angka,” kata Komisioner KPAI Dian Sasmita kepada wartawan, Rabu (29/10/2025).

“Namun ada upaya nyata dan serius untuk mengintervensi anak-anak tersebut dalam bentuk dukungan rehabilitasi sehingga anak-anak tersebut dapat berubah perilaku dan tidak mengulangi perilaku salah,” sambungnya.

Advertisement

Dian mengatakan sejumlah evaluasi perlu dilakukan dalam menekan angka anak terlibat judol. Salah satunya ialah perlunya intervensi lebih spesifik kepada anak dan keluarganya.

“Karena perubahan perilaku anak sangat membutuhkan dukungan dari lingkungan terdekatnya. Keluarga menjadi salah satu tiang penyangga utama bagi anak,” ujarnya.

Sebab itu, dia menegaskan keluarga sebagai tiang penyangga harus dipastikan kokoh. Dia mengatakan upaya untuk memperkokoh tiang penyangga itu ialah melalui program dukungan penguatan pengasuhan keluarga oleh pemerintah daerah.

Advertisement

“Anak-anak tersebut adalah korban sehingga jangan sampai mereka mendapatkan sanksi yang jauh dari semangat mendidik. Harus dipastikan anak-anak tersebut tetap dapat melanjutkan sekolahnya,” ujarnya.

“Karena pendidikan adalah sarana penting untuk mendukung anak menjadi pribadi lebih positif,” imbuh dia.

Sebagai informasi, Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebutkan data yang membuat miris terkait judi online (judol). Kejagung menyampaikan sebagian pecandu judol adalah anak-anak SD hingga tunawisma.

Advertisement

Hal tersebut disampaikan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung Asep Nana Mulyana, Senin (27/10/2025). Ia mengungkap para pelaku judi online berdasarkan data per 12 September 2025.

“Dari segi pekerjaan, itu juga banyak yang petani, ada murid, kemudian juga mohon maaf ya, para tunawisma, dan sebagainya itu juga mendominasi pelaku-pelaku judi online (judol) yang memang secara kasat mata menggiurkan,” ujar Asep dilansir Antara.

Dia mengatakan anak-anak SD sudah mulai berjudi daring, yakni dimulai dari slot kecil-kecilan. Sementara itu, dia mengungkapkan demografi penjudi daring yang ditangani lingkungan Kejaksaan didominasi oleh laki-laki dengan 88,1 persen atau 1.899 orang, sedangkan perempuan sebesar 11,9 persen atau 257 orang.

Advertisement

Untuk kelompok usia, dia merinci penjudi daring terbanyak pada kelompok 26-50 tahun dengan 1.349 orang. Disusul kelompok 18-25 tahun dengan 631 orang, kelompok lebih dari 50 tahun sebanyak 164 orang, serta kelompok di bawah 18 tahun dengan jumlah 12 orang.

Dia mengatakan Kejaksaan bergabung dalam Desk Pemberantasan Judi Daring bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dan kementerian/lembaga lainnya melakukan sejumlah upaya, termasuk peningkatan literasi.

“Literasi bahwa sesungguhnya judi online itu bukan permainan, melainkan perangkap yang betul-betul akan menyengsarakan kita semua,” ujarnya.

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: detiknews

Share

Recent Posts

Polbangtan Kementan Dorong Kepemimpinan Muda untuk Kawal Kebijakan Pangan Nasional

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung…

3 days ago

Polbangtan Kementan Jajaki Teknologi Drone Pertanian Korea Selatan, Perkuat Wawasan SDM Pertanian Menuju Pertanian Modern

SERPONG-WARTA BOGOR – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan pertanian modern melalui pengenalan teknologi dan…

3 days ago
Advertisement

Evaluasi K-Smart Farm, Polbangtan Kementan Perkuat Keberlanjutan Smart Farming Indonesia

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor bersama tim kerja sama dari Korea Selatan…

3 days ago

IHSG Anjlok 11,16%, Rencana MSCI Picu Kekhawatiran Investor

WARTA BOGOR - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan setelah perdagangan dilanjutkan seusai penghentian…

3 days ago

Wajib Sertifikasi Halal Mulai 18 Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Industri Kosmetik Jadi Sorotan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kewajiban sertifikasi halal yang dijadwalkan mulai berlaku pada 18 Oktober…

3 days ago

Pemkot Bogor Mulai Siapkan Anggaran Biskita Trans Pakuan 2027

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai membahas anggaran operasional Biskita Trans…

3 days ago