Berita

4 Bank Ini Pamit dari Aceh

JAKARTA, WARTABOGOR.id – Pekan lalu, ramai pemberitaan mengenai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang bakal segera mengalihkan operasional mereka di Provinsi Aceh.

Hal itu karena tenggang waktu penerapan Qanun Nomor 11 Tahun 2018 yang kian dekat. Aturan itu mengharuskan setiap lembaga keuangan di Serambi Mekah untuk menerapkan prinsip syariah.

Dengan diberlakukannya Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS), provinsi dengan sebutan Serambi Mekkah itu tak lagi mengenal skema bunga berbunga dalam praktik perbankan konvensional yang digolongkan sebagai praktik riba.

Advertisement

“Lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh berdasarkan prinsip syariah,” bunyi Pasal 2 ayat (1) Qonun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah.

Sementara dalam ayat 2 di pasal yang sama disebutkan, semua akad keuangan di Aceh harus menggunakan prinsip syariah.

Dalam pasal 6 dijelaskan, Qonun ini berlaku untuk setiap orang yang beragam Islam yang bertempat tinggal di Aceh dan juga badan hukum yang melakukan transaksi keuangan di Aceh.

Advertisement

Sementara bagi non-muslim bisa mengikatkan diri dengan regulasi Qanun tersebut. Selain itu, Qanun juga berlaku untuk perorangan atau badan usaha yang melakukan transaksi keuangan dengan pemda, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Qanun lembaga keuangan syariah tersebut sebenarnya sudah mulai berlaku sejak 4 Januari 2019

Lembaga keuangan pun diberi waktu tiga tahun untuk melakukan transisi sejak aturan tersebut diundangkan. Artinya, mereka masih memiliki waktu hingga awal tahun 2022 mendatang.

Advertisement

Selain BRI, beberapa bank lain pun telah melakukan transisi dan menutup operasional mereka di Aceh. Bank-bank tersebut yakni:

1. CIMB Niaga

CIMB Niaga sudah lebih dahulu pamit dari Aceh dibanding BRI. Direktur Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, kantor cabang bank tersebut telah menjadi kantor cabang syariah sejak tahun 2019. Secara keseluruhan, ada dua kantor cabang yang dimiliki oleh CIMB Niaga di Aceh. Keduanya berlokasi di Aceh dan di Lhoksumawe.

Advertisement

“Cabang kami di Aceh sudah menjadi Cabang Syariah sejak 2019. Jadi tidak perlu lagi konversi dan beroperasi penuh cabang Syariah,” ujar Lani

2. BNI

Pada kesempatan terpisah, Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati menjelaskan, saat ini sudah ada 26 kantor cabang konvensional yang telah diubah menjadi kantor cabang pembantu Bank Syariah Indonesia (BSI).

Advertisement

“Dengan demikian, kantor konvensional BNI di Aceh saat ini tinggal enam cabang konvensional,” ujar Adi Sulistyowati

Proses transisi yang dilakukan oleh BNI pun dilakukan secara bertahap. Adi mengatakan, untuk bulan April ini rencananya akan ada empat kantor cabang lagi yang akan dikonversi menjadi kantor cabang BSI.

Sementara dua kantor cabang lain bakal ditutup hingga akhir tahun.

Advertisement

3. Bank Mandiri

Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan, perusahaannya juga telah mengalihkan sebagian besar asetnya di Provinsi Aceh kepada BSI.

Hingga Maret 2021, sebanyak 34 kantor cabang dari total 47 cabang Bank Mandiri di Aceh telah dialihoperasionalkan ke BSI.

Advertisement

“Kami optimis dapat menyelesaikan pengalihoperasionalan seluruh cabang Bank Mandiri ke BSI sebelum tahun ini berakhir,” ujar dia.

4. Bank Panin

Berbeda dengan bank lain yang memutuskan untuk mengalihkan bisnis ke bisnis syariah, Bank Panin memilih untuk betul-betul pamit dari Aceh.

Advertisement

Bank Panin memutuskan untuk menutup secara keseluruhan operasional lini bisnis mereka di Aceh.

Presiden Direktur Bank Panin Herwidayatmo pun menjelaskan, penutupan tersebut sejatinya sudah dipertimbangkan perseroan secara matang. Sebab, hanya ada satu Kantor Cabang Utama (KCU) Bank Panin di Aceh.

Meski perusahaan memiliki anak usaha di bidang perbankan syariah, yakni PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS), namun pihaknya memilih untuk melakukan pengembangan anak usaha melalui optimalisasi teknologi. Rencananya, penutupan operasional Bank Panin di Aceh dilakukan di Juni 2021 ini. (Kompas.com)

Advertisement
Share

Recent Posts

40 Ribu Rumah di Jabar Masuk Program Renovasi Nasional, Gubernur Dedi Tambah Bantuan Modal Usaha

JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…

17 hours ago

Bareskrim Gerebek Rumah Produksi Whip-Pink Ilegal, Omzet Capai Miliaran Per-Bulan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…

18 hours ago
Advertisement

Trump Klaim “Buka Selat Hormuz”, Sebut Dilakukan untuk China dan Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya telah “membuka…

19 hours ago

Wamen PU Resmikan Sistem Canggih Deteksi Banjir di Cileungsi Bogor

CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…

1 day ago

Kuasai Teknologi, Mahasiswa Polbangtan Kementan Operasikan Drone dalam Gerakan Tanam Serempak 10.000 Ha

TANAH LAUT-WARTA BOGOR  – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…

2 days ago

KPK Soroti Pengadaan Puluhan Ribu Motor Listrik oleh BGN

JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…

2 days ago