Kesehatan

Awas! Penyakit Campak Mudah Menular, Kenali Gejala Awal dan Pentingnya Vaksinisasi

WARTA BOGOR – Penyakit Campak masih kerap kurang mendapat perhatian, meskipun termasuk penyakit yang mudah menular. Kondisi ini menjadi berisiko apabila penderita tidak menyadari gejala awal penyakit tersebut, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan orang dengan sistem imun lemah.

Guru Besar Kesehatan Anak dari Universitas Airlangga, Irwanto, mengatakan seseorang yang terinfeksi campak umumnya dapat dikenali melalui gejala batuk, pilek, demam tinggi, serta munculnya ruam merah pada kulit.

“Sebelum seseorang mengidentifikasi dirinya terkena campak atau tidak, sebaiknya pastikan lebih dulu apakah terdapat beberapa gejala seperti batuk pilek yang disertai ruam merah spesifik di belakang leher dan demam tinggi,” ujar Irwanto, Senin (16/3/2026).

Advertisement

Ia menjelaskan, risiko penularan campak di ruang publik tergolong tinggi. Penyakit ini umumnya menyebar melalui droplet atau cairan yang keluar dari mulut dan hidung saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Selain itu, kontak langsung dengan penderita juga dapat menjadi jalur penularan.

“Campak merupakan penyakit menular yang berisiko tinggi hingga menyebabkan kematian. Karena itu, ketika ada seseorang yang positif terinfeksi, sebaiknya segera mengisolasi diri dari ruang publik dan kelompok rentan seperti anak-anak,” ujarnya.

Menurut Irwanto, risiko penularan pada anak-anak akan semakin besar apabila mereka belum mendapatkan vaksin Measles-Rubella (MR) vaccine. Anak-anak termasuk kelompok rentan karena sistem kekebalan tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan.

Advertisement

Tingginya risiko komplikasi akibat campak membuat tenaga kesehatan terus mengingatkan pentingnya vaksinasi bagi anak-anak. Para orang tua diimbau untuk membawa anak mereka melakukan imunisasi di fasilitas kesehatan terdekat.

“Kami terus berupaya meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya campak dan pentingnya vaksinasi pada anak-anak sebagai solusi efektif untuk meminimalkan potensi wabah,” katanya.

Ia menambahkan, upaya edukasi tersebut juga membutuhkan dukungan masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi sejak usia dini serta memahami risiko penyakit campak.

Advertisement

“Sekali lagi, campak bukan penyakit biasa. Risiko kematian yang mengintai seharusnya menjadi pelajaran agar masyarakat tidak lagi menganggap sepele gejala-gejala yang muncul,” pungkasnya.

 

 

Advertisement

 

Sumber: Kompas

Advertisement
Share

Recent Posts

Pasca Kericuhan Demo 27 Agustus di Jakarta: Polisi Amankan 322 Orang, 1 Meninggal Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kericuhan terjadi di sejumlah titik di Jakarta setelah aksi demonstrasi…

1 day ago

Bogor Bakal Punya Embarkasi Haji Mirip Zamzam Tower, Telan Anggaran Rp142 Miliar

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan anggaran sebesar Rp142 miliar untuk pembangunan…

2 days ago
Advertisement

Pemkab Bogor Rencanakan Pembangunan Underpass di Simpang PDAM pada 2027

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor berencana melakukan penataan di Jalan Tegar Beriman,…

2 days ago

Bukan Naikkan Pajak, Purbaya Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Utang Negara Tetap Terkendali

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa menjaga keberlanjutan utang…

2 days ago

Rumah Zakat Hadirkan Kebahagiaan, Salurkan Bingkisan bagi Anak-anak SLBN Sejahtera Kota Bogor

BOGOR-WARTA BOGOR, 21 Agustus 2026 – Rumah Zakat kembali menebar semangat dan kebahagiaan melalui penyaluran…

2 days ago

Pesan Tegas Prabowo untuk Kabinet Merah Putih: Yang Tak Sanggup, Boleh Minggir!

BALI - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto kembali menyampaikan pesan tegas kepada jajaran Kabinet…

3 days ago