Internasional

Bantuan Medis WHO Akhirnya Masuk Gaza Setelah 3 Bulan Lebih Terisolasi

WARTA BOGOR – Bantuan medis dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya berhasil masuk ke Gaza pada Rabu (25/6/2025), Setelah terputus selama lebih dari tiga bulan lamanya.

Keberhasilan pengiriman bantuan medis ini terjadi di tengah krisis kemanusiaan akut dan sistem kesehatan yang nyaris lumpuh akibat konflik dan blokade.

Untuk diketahui, akses bantuan medis ke Gaza sebelumnya terhenti sejak 2 Maret 2025. Akibatnya, situasi di wilayah itu terus memburuk, dengan lebih dari dua juta warga sipil menghadapi kekurangan obat, makanan, air bersih, dan layanan kesehatan dasar.

Advertisement

Pengiriman bantuan akhirnya terjadi di tengah tekanan internasional untuk membuka akses kemanusiaan, sekaligus desakan dari pejabat tinggi Israel agar bantuan dihentikan total.

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan bahwa badan tersebut berhasil mengirimkan sembilan truk berisi bantuan medis ke Gaza pada Rabu (25/6/2025). Ini merupakan pengiriman pertama sejak 2 Maret.

Dilansir dari Antara, bantuan tersebut terdiri dari pasokan medis penting, 2.000 unit darah, dan 1.500 unit plasma yang masuk melalui penyeberangan Kerem Shalom tanpa insiden penjarahan, meskipun jalur distribusinya tergolong berisiko tinggi.

Advertisement

“Pasokan darah dan plasma telah dikirim ke fasilitas penyimpanan dingin di Kompleks Medis Nasser dan akan segera didistribusikan ke rumah sakit yang menghadapi kekurangan kritis di tengah meningkatnya korban luka,” kata Tedros dalam unggahannya di platform X pada Kamis (26/6/2025).

Ia menyebut keberhasilan ini sebagai capaian penting di tengah lumpuhnya sistem kesehatan Gaza. Namun, Tedros menekankan bahwa pengiriman ini “hanyalah setetes air di lautan”, dan menyerukan agar akses bantuan kemanusiaan dibuka lebih luas, tanpa hambatan, dan berkelanjutan.

Sementara WHO berupaya membuka kembali jalur kemanusiaan, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyerukan penghentian total bantuan ke Gaza.

Advertisement

Dalam pernyataannya di media sosial, dirinya menyebut bantuan yang masuk sebagai “aib mutlak” dan menuding Hamas memanfaatkannya.

Tudingan ini dibantah Komite Tertinggi Urusan Kesukuan Gaza, yang menegaskan distribusi dilakukan secara tertib oleh pemuka suku dan badan internasional. Mereka juga meminta delegasi PBB turun langsung untuk verifikasi.

Fakta di lapangan, bantuan memang mulai masuk secara terbatas sejak akhir Mei, namun distribusinya kerap diwarnai kerusuhan dan jatuhnya korban jiwa.

Advertisement

Kembalinya bantuan medis WHO ke Gaza menjadi titik terang di tengah krisis kemanusiaan yang kian dalam.

Namun, tantangan distribusi di lapangan, sikap keras sebagian pejabat Israel, serta sistem logistik yang tidak memadai masih menjadi hambatan besar.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: Kompas.com

Share

Recent Posts

Tugas Universitas Republik Indonesia yang Dibentuk oleh Presiden Prabowo

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Donny Ermawan sebagai Gubernur dan…

2 days ago

Efek Jera! Dishub Kota Bogor Bakal Terapkan Denda Parkir Liar, Bisa Kena Rp500 Ribu

BOGOR - WARTA BOGOR - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor tengah mempersiapkan regulasi baru yang…

2 days ago
Advertisement

Mulai September, Pemerintah Pastikan seluruh Bansos Disalurkan Melalui Kopdes Merah Putih

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar seluruh bantuan sosial (bansos) dan…

2 days ago

Dedi Mulyadi Janjikan Hadiah Rp5 Juta-Rp50 Juta Bagi Warga yang Lumpuhkan Pelaku Kejahatan

JABAR - WARTA BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjanjikan hadiah bagi warga yang…

2 days ago

Sampah Jadi Listrik, Bogor Bangun Dua PSEL Berkapasitas 2.500 Ton Sampah per Hari

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah…

3 days ago

Tak Ingin Bebani APBD, DPRD Bogor Usulkan Skema Baru Subsidi Biskita

BOGOR - WARTA BOGOR - DPRD Kota Bogor memberikan sejumlah catatan strategis dalam pembahasan Pertanggungjawaban…

3 days ago