Pertanian

Bupati Cianjur Dukung Kementan Dongkrak Regenerasi Petani

CIANJUR-WARTABOGOR.id-Upaya Kementerian Pertanian melakukan regenerasi petani mendapat dukungan di Cianjur. Lewat regenerasi ini, Kementan akan memaksimalkan pembangunan pertanian.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) pun tak memungkiri untuk menggerakkan sektor pertanian didukung generasi milenial yang menguasai teknologi modern.

“Mereka mampu mengembangkan usaha dari hulu hingga hilir. Bukti pertanian merupakan sektor usaha yang sangat menjanjikan untuk masa depan,” kata Mentan SYL.

Advertisement

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menambahkan bahwa penumbuhan petani serta wirausaha muda pertanian prioritas utama yang harus didukung oleh berbagai pihak

“Regenerasi petani dari usia senior ke petani muda mutlak dilakukan. Kita harus mulai mengarah ke pembangunan petani milenial, atau berusia di bawah 40 tahun. Kenapa harus petani milenial? Karena selain umur muda, potensinya tinggi, dan lebih cerdas. Karena pendidikannya relatif tinggi. Petani milenial juga memiliki kreativitas tinggi, umumnya adaptif dan inovatif akan teknologi. Ini menjadi modal, kekuatan untuk membangun pertanian,” jelas Dedi Nursyamsi.

Menindaklanjuti arahan itu, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan Bogor) selaku UPT pendidikan dibawah BPPSDMP yang juga sebagai PPIU Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), kembali melaksanakan kegiatan District Multi Stakeholders Forum (DMSF) YESS Programme 2022, di Aula Bappeda Cianjur, 7 Maret 2022.

Advertisement

Kegiatan ini dihadiri Bupati Cianjur H. Herman Suherman. Menurutnya, program YESS dirancang untuk mengembangkan potensi generasi muda dan regenerasi petani di pedesaan untuk menjadi wirausahawan muda dan tenaga kerja profesional di bidang pertanian.

Bupati menyampaikan, kehadiran Program YESS ini sangat mendukung dalam pengembangan sumberdaya manusia pertanian, dengan memberdayakan para pemuda tani untuk memanfaatkan sumberdaya alam pertanian di pedesaan, secara optimal, profesional dan menguntungkan.

“Melalui program YESS, akan terwujud regenerasi pertanian, meningkatnya kompetensi sumberdaya manusia dari perdesaan, meningkatnya jumlah wirausaha muda di bidang pertanian. Sehingga nantinya pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan, dan dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi,” harap Bupati.

Advertisement

Sementara itu H. Dedi Supriadi, kepala Bappeda Kabupaten Cianjur, menyampaikan Kabupaten Cianjur merupakan salah satu kabupaten terpilih dari 15 kabupaten se Indonesia untuk  melaksanakan program YESS.

“Ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah pusat kepada kabupaten Cianjur, khususnya dalam bidang pembangunan pertanian. Tentunya Kabupaten Cianjur tidak akan menyia-nyiakan amanah yang telah diberikan ini,” kata Dedi.

Ia pun menjelaskan BAPPEDA memiliki peran sebagai DCT (District Coordination Team) diketuai oleh kepala BAPPEDA yang memiliki tugas untuk mengkoordinasikan program antar dinas di kabupaten.

Advertisement

Tim District Implementation Team (DIT) yaitu Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan dan DCT akan saling berkoordinasi dengan Provincial Programme Implementation Unit (PPIU) demi terlaksananya program YESS ini. Kabupaten Cianjur mendukung penuh kegiatan program YESS dan siap untuk melaksanakan seluruh kegiatan YESS.

“Pada tahun 2021 sebanyak 14.060 orang telah terdaftar menjadi Calon Penerima Manfaat (CPM) program YESS yang terdiri dari 10.275 CPM Laki Laki dan 3.785 CPM Perempuan. Pada tahun 2021 juga kita sudah melaksanakan banyak kegiatan, yakni kegiatan pelatihan swakelola bagi 2700  peserta yang terdiri dari 2.160 Penerima Manfaat Laki-Laki dan 540 Penerima Manfaat Perempuan, penerima manfaat hibah kompetitif 10 orang terdiri 6 Laki-Laki dan 4 Perempuan, permagangan bersertifikat telah dilaksanakan 29 orang terdiri dari 22 orang peserta laki-laki dan 5 orang Perempuan, dan Akses KUR 82 Orang, dan Peserta Smart Farming 2 Orang . Tentu sebuah pencapaian yang tidak akan terealisasi tanpa kerja sama dari seluruh pihak. Tahun 2022 ini tentunya akan menjadi tahun yang penuh tantangan, mengingat pada tahun ini kita dituntut untuk meningkatkan jumlah penerima manfaat pada kegiatan pelatihan swakelola, hibah, dan juga permagangan. Meskipun kegiatan kita pada tahun ini akan semakin padat, kita juga harus selalu waspada dan siaga akan penyebaran Covid-19,” pungkas Dedi.

Pewarta: Ardianinda Wisda
Kontributor: Rahmad Dyanto

Advertisement
Share

Recent Posts

Pemkot Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Ada Doorprize dan UMKM Gratis

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama sejumlah organisasi dan komunitas akan…

5 hours ago

Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Pencurian Modul BTS Sebabkan Gangguan Sinyal di Jakarta-Jabar, Kerugian Ditaksir Rp60 Miliar

JAKARTA - WARTA BOGOR - Satresmob Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan sindikat pencurian dan penadahan…

8 hours ago
Advertisement

Pemkot Bogor Renovasi GOR Pajajaran, Perkuat Ekosistem Olahraga Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas…

8 hours ago

Pemprov Jabar Kaji Pemberlakuan Kembali SPP untuk SMA dan SMK Negeri

JABAR - WARTA BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Jawa Barat tengah mengkaji…

23 hours ago

Komdigi Dukung Pembatasan Gadget di Sekolah, Lindungi Ancaman Negatif Digital

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyambut baik kebijakan…

1 day ago

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri Bahas Peran KDMP, Ini Hasilnya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet…

1 day ago