Bogor

Dari Dapur Tradisional ke Teknologi Modern, Mesin Pengaduk Gula Semut Tingkatkan Produktivitas Petani Aren

BOGOR-WARTA BOGOR – Aroma manis gula semut yang khas selama ini lahir dari proses panjang dan penuh ketelatenan. Di banyak sentra produksi, pembuatan gula semut masih dilakukan secara manual—diaduk perlahan dengan tenaga manusia, membutuhkan waktu, energi, dan ketahanan fisik yang tidak sedikit. Namun kini, sebuah inovasi mulai mengubah wajah produksi gula semut menjadi lebih efisien dan modern.

Adalah Adit Sutardi, mahasiswa prodi Teknologi Mekanisasi Pertanian Polbangtan Bogor yang merancang mesin pengaduk gula semut sebagai solusi atas keterbatasan proses tradisional. Inovasi ini hadir untuk membantu pelaku usaha, seperti CV Mandiri Garlica Pratama di Kudus, Jawa Tengah, dalam meningkatkan efisiensi produksi tanpa mengurangi kualitas produk, yang sekaligus menjadi tugas akhir Adit dalam menyelesaikan studinya.

Mesin ini dirancang menggunakan pendekatan rekayasa teknik modern berbasis perangkat lunak, dengan memperhatikan aspek keamanan pangan dan ketahanan material. Menggunakan bahan stainless steel, motor listrik berdaya 0,8206 kW, serta sistem pemanas listrik, mesin ini mampu mengoptimalkan proses pengadukan dan pemanasan secara lebih stabil dan terkontrol.

Advertisement

Tidak sekadar alat, mesin ini menjadi jawaban atas tantangan klasik dalam produksi gula semut: waktu yang lama, tenaga kerja yang besar, serta inkonsistensi hasil. Dengan sistem pengadukan mekanis, proses kristalisasi gula dapat berlangsung lebih merata, menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih konsisten.

Di balik inovasi ini, terdapat proses panjang mulai dari pengumpulan data lapangan, perancangan desain, pembuatan prototipe, hingga pengujian kinerja. Pendekatan ini memastikan bahwa teknologi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna di lapangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa hilirisasi produk pertanian harus didukung dengan inovasi teknologi yang tepat guna. “Nilai tambah produk pertanian sangat ditentukan oleh proses pengolahan. Inovasi mesin pengaduk gula semut ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas, efisiensi, dan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas,” ujar Amran.

Advertisement

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menilai inovasi ini sebagai bagian dari penguatan agroindustri berbasis masyarakat. “Kita mendorong agar pelaku usaha dan petani tidak hanya memproduksi, tetapi juga mengolah hasilnya dengan teknologi yang lebih baik. Mesin ini menjadi contoh bagaimana inovasi dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas produk,” ungkapnya.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Yoyon Haryanto, menyampaikan bahwa inovasi seperti ini merupakan hasil nyata dari sinergi antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. “Mahasiswa dan inovator harus mampu menghadirkan solusi yang aplikatif. Mesin ini tidak hanya menjawab kebutuhan teknis, tetapi juga membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bagi pelaku usaha gula semut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, menekankan pentingnya keberlanjutan pengembangan inovasi. “Teknologi seperti ini perlu terus disempurnakan, termasuk dari aspek ekonomi, produksi, hingga pemasaran. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tuturnya.

Advertisement

Meski telah menunjukkan banyak keunggulan, pengembangan mesin ini masih berlanjut. Analisis lebih mendalam terkait efisiensi biaya dan penguatan sistem produksi menjadi langkah berikutnya, termasuk pengembangan mesin sortasi sebagai pendukung proses pasca panen gula semut.

Di tengah upaya meningkatkan daya saing produk lokal, inovasi ini menjadi bukti bahwa transformasi dapat dimulai dari hal sederhana—dari dapur pengolahan tradisional menuju teknologi modern. Gula semut tidak lagi sekadar produk pangan, tetapi juga simbol kemajuan agroindustri Indonesia yang terus bergerak maju. (wsd)

Advertisement
Share

Recent Posts

40 Ribu Rumah di Jabar Masuk Program Renovasi Nasional, Gubernur Dedi Tambah Bantuan Modal Usaha

JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…

8 hours ago

Bareskrim Gerebek Rumah Produksi Whip-Pink Ilegal, Omzet Capai Miliaran Per-Bulan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…

9 hours ago
Advertisement

Trump Klaim “Buka Selat Hormuz”, Sebut Dilakukan untuk China dan Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya telah “membuka…

10 hours ago

Wamen PU Resmikan Sistem Canggih Deteksi Banjir di Cileungsi Bogor

CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…

1 day ago

Kuasai Teknologi, Mahasiswa Polbangtan Kementan Operasikan Drone dalam Gerakan Tanam Serempak 10.000 Ha

TANAH LAUT-WARTA BOGOR  – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…

1 day ago

KPK Soroti Pengadaan Puluhan Ribu Motor Listrik oleh BGN

JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…

2 days ago