JAKARTA – WARTA BOGOR – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan memberikan “kartu kuning” kepada Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, dalam aksi demonstrasi memperingati Hari Pendidikan Nasional di depan gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Aksi tersebut juga ditujukan sebagai peringatan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) yang dinilai belum menyentuh persoalan mendasar di sektor pendidikan.
“Kami dari BEM Se-Kerakyatan Indonesia memberikan kartu kuning dan juga ini adalah warning bagi Kemendiktisaintek dan juga Dikdasmen yang memang secara program tidak pernah menyentuh akar masalah daripada pendidikan,” kata salah satu mahasiswa Universitas Indonesia kepada Fauzan di lokasi aksi.
Mahasiswa tersebut menegaskan bahwa simbol kartu kuning merupakan hasil kajian atas berbagai persoalan fundamental pendidikan di Indonesia. Ia menilai belum ada program konkret yang mampu menyelesaikan persoalan tersebut.
“Tidak ada satupun program dari kementerian, hasil kerja konkrit dari kementerian yang berbicara pengentasan permasalahan terkait hal tersebut,” lanjutnya.
Dalam aksi tersebut, Fauzan menemui langsung massa mahasiswa dan berdialog di lokasi. Ia duduk bersama perwakilan mahasiswa serta mendengarkan berbagai tuntutan yang disampaikan.
Menanggapi hal itu, Fauzan menyatakan bahwa kementerian memiliki komitmen untuk menindaklanjuti aspirasi mahasiswa.
“Apa yang saudara jadikan sebagai tuntutan adalah tekad kami bersama. Kementerian Pendidikan Tinggi juga memiliki atensi kuat dalam rangka untuk memerangi kecurangan-kecurangan, perilaku-perilaku yang dianggap bertentangan dengan moral, etika bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk terus berperan sebagai pengawas kebijakan publik di bidang pendidikan serta membuka ruang dialog lanjutan.
“Saya berharap saudara-saudara tetap menjadi agent of control dalam apa, dalam perjalanan pendidikan khususnya pendidikan tinggi,” jelasnya.
Fauzan menambahkan bahwa tindak lanjut atas tuntutan mahasiswa akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Ada yang bisa cepat tetapi ada juga yang harus menggunakan mekanisme, tentu ini memerlukan kesabaran,” tutupnya.
Sumber: Liputan6
JAKARTA - WARTA BOGOR - Seorang jemaah haji Indonesia berinisial SMP (73) dari Embarkasi Kertajati…
PATI - WARTA BOGOR - Seorang pendiri pondok pesantren di Pati berinisial AS ditetapkan sebagai…
CIBINONG - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor akan menghadirkan Car Free Night (CFN) serta…
BOGOR - WARTA BOGOR - Viral di media sosial video yang memperlihatkan sejumlah kendaraan mengalami…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Ribuan buruh dari berbagai daerah akan menggelar peringatan Hari Buruh…
BOGOR - WARTA BOGOR - Kecelakaan maut melibatkan angkutan kota (angkot) dan dua sepeda motor…