Oplus_131072
WARTA BOGOR – Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu. Aksi militer tersebut memicu kekhawatiran luas akan pecahnya konflik regional yang lebih besar.
Berbagai negara dan organisasi internasional pun menyampaikan respons dan peringatan keras.
Lalu bagaimana respons mereka? Berikut rangkumannya
Rusia
Rusia menyerukan warganya untuk meninggalkan Iran usai serangan dilakukan AS dan Israel ke Iran. Sementara mantan presiden Dmitry Medvedev mengatakan bahwa perundingan dengan AS hanyalah “kedok”.
“Penjaga perdamaian itu berulah lagi,” kata Medvedev, yang sekarang menjabat sebagai ketua dewan keamanan Rusia, dalam sebuah unggahan di X, dimuat AFP.
“Perundingan dengan Iran hanyalah kedok. Semua orang tahu itu. Jadi siapa yang lebih sabar menunggu akhir yang menyedihkan bagi musuh sekarang?” tambahnya.
Uni Eropa
Uni Eropa memperingatkan bahwa situasi di kawasan itu “berbahaya”. Kelompok negara itu menyerukan agar warga sipil dilindungi dalam konflik yang mungkin terjadi.
Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen, pada tanggal X, mendesak semua pihak untuk menahan diri. Ia menekankan bahwa sangat “penting” untuk “memastikan keamanan nuklir” setelah AS mengindikasikan bahwa situs nuklir Iran menjadi sasaran mereka.
Diplomat utama Uni Eropa, Kaja Kallas, yang mengatakan situasinya berbahaya. Ia mengumumkan penarikan personel non-esensial blok tersebut dari wilayah tersebut.
Inggris
Pemerintah Inggris khawatir serangan udara tersebut dapat memicu konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Ia mendesak warganya di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan UEA untuk mencari perlindungan.
“Kami tidak ingin melihat eskalasi lebih lanjut menjadi konflik regional yang lebih luas,” kata juru bicara pemerintah, menambahkan bahwa “prioritas utama” Inggris adalah keselamatan warganya di wilayah tersebut.
Ukraina
Ukraina berpendapat bahwa “kekerasan pemerintah Iran terhadap rakyatnya sendiri dan negara lain” telah memicu serangan AS dan Israel terhadap Teheran. Ukraina sendiri masih berperang dengan Rusia.
“Alasan dari peristiwa saat ini adalah kekerasan dan kesewenang-wenangan rezim Iran, khususnya pembunuhan dan penindasan terhadap para demonstran damai, yang telah menjadi sangat besar dalam beberapa bulan terakhir,” kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.
Arab Saudi
Pernyataan tegas Arab Saudi dilaporkan saat Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) melakukan percakapan telepon dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Ia mendesak penghentian eskalasi dan kembali ke dialog setelah rudal Iran menargetkan negara-negara di seluruh Teluk.
“Kedua pihak menekankan perlunya penghentian segera terhadap tindakan eskalasi apa pun dan kembali ke meja dialog untuk menjaga keamanan regional dan mencegah pergeseran menuju konfrontasi yang lebih luas,” bunyi pernyataan keduanya.
Prancis
Prancis, mengatakan bahwa prioritas Paris adalah keselamatan warganya. Sama seperti AS, negara ini memiliki beberapa pangkalan militer di Timur Tengah, terutama di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania,
“Jelas prioritas kami dalam kasus-kasus seperti ini adalah perlindungan warga negara kami, perlindungan pasukan kami di wilayah tersebut, dan pemantauan situasi secara real-time, yang sedang kami lakukan,” kata Alice Rufo, wakil menteri pertahanan, kepada televisi France 2.
Uni Afrika
Uni Afrika menyerukan pengekangan, de-eskalasi dan dialog berkelanjutan. Ini setelah serangan tersebut, memperingatkan bahwa konflik dapat berisiko membahayakan masyarakat di benua itu.
“Eskalasi lebih lanjut berisiko memperburuk ketidakstabilan global, dengan implikasi serius bagi pasar energi, ketahanan pangan, dan ketahanan ekonomi, khususnya di Afrika, di mana konflik dan tekanan ekonomi tetap akut,” kata kepala badan pan-Afrika tersebut, Mahamoud Ali Youssouf.
China
China sendiri belum memberi respons. Namun sejak Jumat negara itu meminta warganya untuk mengungsi dari Iran sesegera mungkin.
“Warga negara China yang saat ini berada di Iran disarankan untuk meningkatkan tindakan pencegahan keselamatan dan mengungsi sesegera mungkin,” kata kementerian luar negeri dalam pernyataan di media sosial.
Kementerian Luar Negeri meminta warganya untuk menghindari perjalanan ke Iran untuk sementara waktu “mengingat situasi keamanan saat ini”.
Lembaga itu menambahkan bahwa kedutaan dan konsulat China di Iran dan negara-negara tetangga akan memberikan bantuan yang diperlukan kepada warga negaranya yang ingin pindah melalui penerbangan komersial atau jalur darat.
Indonesia
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menegaskan Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran. Ini telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan ini disampaikan Kemlu RI di postingan X, Sabtu. Kemlu RI pun menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.
“Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai,” tulis Kemlu RI.
Sumber: CNBC Indonesia
JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya telah “membuka…
CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…
TANAH LAUT-WARTA BOGOR – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…