Oplus_131072
WARTA BOGOR – Gelombang protes besar bertajuk “No Kings” mengguncang Amerika Serikat pada Sabtu (28/3/2026). Aksi ini menjadi salah satu demonstrasi terbesar dalam beberapa waktu terakhir, dengan jutaan warga turun ke jalan di berbagai wilayah.
Jumlah peserta diperkirakan mencapai 5 hingga 7 juta orang.
Secara sosiopolitis, gerakan ini mencerminkan akumulasi kekecewaan publik terhadap gaya kepemimpinan Donald Trump yang dinilai melampaui batas konstitusional.
Lantas, mengapa gerakan “No Kings” ini pecah di Amerika?
Data dari BBC menyebutkan lebih dari 3.000 titik aksi telah dikoordinasikan di 50 negara bagian
Demonstran membawa berbagai atribut simbolik yang mencolok, mulai dari patung tiup raksasa yang menggambarkan Presiden Donald Trump sedang menodai Konstitusi, hingga replika kepala pejabat tinggi yang dituntut untuk segera dicopot.
Mengapa Rakyat Amerika Marah? Ini 6 Tuntutan Utamanya
Gerakan “No Kings” bukan sekadar aksi protes biasa. Ini adalah akumulasi kegerahan rakyat terhadap gaya kepemimpinan Trump yang dinilai otoriter dan didikte oleh elite miliarder.
Koalisi lintas sektor ini menyuarakan tuntutan yang menyentuh berbagai isu krusial:
“Saya bertugas dengan pemimpin sejati. Presiden ini bukanlah seorang pemimpin,” tegas Ken Wyben, seorang veteran perang asal New York yang ikut berdemo, dikutip dari TIME.
Respons Gedung Putih
Meski jutaan orang turun ke jalan dan tingkat kepuasan publik (approval rating) Trump merosot ke level terendah, pihak Gedung Putih tampak berusaha mengecilkan arti demonstrasi ini.
Seorang juru bicara menyebut aksi massal ini hanya sebagai “Sesi Terapi Gangguan Trump” yang hanya dipedulikan oleh media.
Namun, para aktivis tidak berhenti di sini. Ezra Levin, pendiri Indivisible, sudah menyerukan aksi mogok nasional pada 1 Mei mendatang.
“Kita akan hadir dan membuktikan bahwa kita lebih mengutamakan pekerja daripada miliarder dan raja,” seru Levin.
Sumber: Kompas
BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung…
SERPONG-WARTA BOGOR – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan pertanian modern melalui pengenalan teknologi dan…
BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor bersama tim kerja sama dari Korea Selatan…
WARTA BOGOR - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan setelah perdagangan dilanjutkan seusai penghentian…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Kewajiban sertifikasi halal yang dijadwalkan mulai berlaku pada 18 Oktober…
BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai membahas anggaran operasional Biskita Trans…