BATANGHARI WARTA BOGOR— Upaya memperkuat ketahanan pangan serta mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional terus dijalankan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Salah satu langkah konkretnya adalah melalui Gerakan Tanam Serempak seluas 70.000 hektare yang dilaksanakan secara bersamaan di berbagai wilayah Indonesia. Gerakan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), sebagai bagian dari upaya mempercepat peningkatan produksi pertanian sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia.
Untuk wilayah Provinsi Jambi, pusat kegiatan Gerakan Tanam Serempak dilaksanakan di Lokasi Pekerjaan Konstruksi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2026, tepatnya di Desa Olak, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong percepatan pengolahan lahan dan penanaman pada lahan hasil program Cetak Sawah Rakyat, serta memperkuat kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh, perguruan tinggi, dan para petani.
Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Yoyon Haryanto, hadir secara langsung di Desa Olak guna mengikuti rangkaian kegiatan Gerakan Tanam Serempak tersebut pada Senin (31/8). Kehadiran Polbangtan Bogor merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi vokasi pertanian dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian, khususnya dalam hal penguatan sumber daya manusia pertanian serta percepatan pembangunan pertanian di daerah.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga produktivitas serta ketersediaan pangan nasional. “Kita harus bergerak cepat. Lahan yang sudah tersedia harus segera diolah dan ditanami. Gerakan tanam serempak ini adalah wujud kerja bersama untuk memastikan produksi pangan terus meningkat, sehingga swasembada pangan dapat kita wujudkan secara berkelanjutan,” ujar Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa penguatan sumber daya manusia pertanian menjadi bagian penting dalam mengawal berbagai program peningkatan produksi pangan. “Gerakan tanam serempak itu bukan sekadar soal menanam, melainkan bagaimana kita membangun gerakan bersama. Petani harus mendapatkan pendampingan, dukungan teknologi, serta penguatan kapasitas agar lahan yang telah disiapkan mampu memberikan hasil yang optimal,” ungkap Idha.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, menegaskan bahwa perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki peran vital dalam mendukung program pembangunan pertanian nasional. “Pendidikan vokasi pertanian harus hadir dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Mahasiswa beserta seluruh sivitas akademika tidak hanya belajar teori pertanian di dalam kelas, tetapi juga perlu memahami dinamika serta kebutuhan petani secara langsung di lapangan,” jelas Amin.
Di Desa Olak, pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak turut dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektoral dan pemangku kepentingan daerah. Kehadiran beragam pihak tersebut membuktikan kuatnya semangat gotong royong dalam mengawal percepatan pengolahan lahan dan penanaman.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menyatakan bahwa Gerakan Tanam Serempak menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antarpihak dapat mempercepat pembangunan pertanian di tingkat paling bawah. “Kami dari Polbangtan Bogor siap mendukung program Kementerian Pertanian. Kehadiran kami di lapangan adalah wujud nyata komitmen untuk ikut mengawal program pembangunan pertanian, sekaligus memastikan bahwa pendidikan vokasi pertanian memiliki keterkaitan yang erat dengan kebutuhan riil para petani,” ujar Yoyon.
Ia menambahkan, keberadaan lahan Cetak Sawah Rakyat harus diimbangi dengan pengelolaan yang optimal, mulai dari percepatan tanam, penerapan teknologi yang tepat, peningkatan kapasitas petani, hingga pendampingan yang berkelanjutan. “Yang paling utama bukan hanya sekadar mencetak sawah, melainkan menjamin sawah tersebut tetap produktif dan memberikan manfaat bagi petani. Oleh sebab itu, sinergi serta pendampingan harus terus diperkuat agar produktivitas lahan dapat terus meningkat,” lanjutnya.
Gerakan Tanam Serempak di Desa Olak pun menjadi simbol nyata kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, TNI, perguruan tinggi, penyuluh, serta petani dalam mengawal ketahanan pangan mulai dari tingkat daerah. Melalui optimalisasi lahan Cetak Sawah Rakyat dan percepatan tanam, pemerintah berharap produktivitas pertanian di Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Batanghari, dapat terus mengalami peningkatan.
Gerakan ini juga menegaskan bahwa pencapaian swasembada pangan bukan hanya sekadar target angka produksi, melainkan sebuah gerakan bersama yang membutuhkan konsistensi, kolaborasi, inovasi, serta keterlibatan aktif dari seluruh elemen pertanian. Berawal dari Desa Olak, semangat tersebut terus digelorakan: lahan siap, petani bergerak, tanam serempak, produksi meningkat, dan swasembada pangan berkelanjutan menjadi tujuan bersama.
(wsd)
BOGOR - WARTA BOGOR - Pembangunan trase baru Jalan Batutulis di Kota Bogor terus dikerjakan.…
JAKARTA - WARTA BOGOR - PT Pertamina Patra Niaga resmi merilis penyesuaian harga bahan bakar…
BOGOR-WARTA BOGOR, 25 Agustus 2026 – Rumah Zakat kembali menyalurkan bantuan pangan bagi keluarga duafa…
WARTA BOGOR - Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU)…
BOGOR-WARTA BOGOR — Sebanyak 249 generasi muda memulai perjalanan pendidikan vokasi pertanian di Politeknik Pembangunan…
BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor turut berpartisipasi dalam Kirab Merah Putih Kota…