Pertanian

Hasilkan Petani Agribisnis dengan Pelatihan Smart Farming Berbasis KUR

BOGOR-WARTA BOGOR- Model smart farming dengan kemudahan akses KUR menjadi bentuk pertanian agribisnis masa depan Indonesia. Karena itu, pelatihan smart farming berbasis KUR terus dilakukan Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mendorong petani untuk menerapkan smartfarming. Mentan juga menambahkan, menghadapi tantangan perubahan iklim bukan lagi dengan cara-cara klasik. Tapi harus dengan metode yang lebih modern salah satunya smart farming, karena perkembangan ke depannya yang membuat lahan semakin sempit, jumlah penduduk semakin besar dan lainnya mengharuskan penggunakan teknologi yang smart.

“Kemudian, digitalisasi pertanian menjadi efektif dan penggunaan mekanisasi semakin maju sehingga produksi terus meningkat dengan kualitas yang tinggi dan pendapatan petani semakin naik. Kemajuan pertanian turut didukung generasi milenial karena memiliki semangat berinovasi yang tinggi untuk melakukan cara-cara yang baru terhadap penanganan pertanian yang maju, mandiri, dan modern”, tegas Mentan.

Advertisement

Melihat urgensi dari smartfarming ini, bersamaan dengan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh, BPPSDMP juga menggelar Pelatihan Smart Farming Berbasis KUR secara offline di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor yang dimulai Selasa (22/11).

Mentan mengapresiasi adanya pelatihan ini, sebab termasuk peningkatan agenda frame akademik intelektual, manajemen sistem dan perilaku wirausaha. Sehingga dari pelatihan ini diharapkan enterpreneur baru akan lahir serentak.

“Dihadirkannya Penyuluh yang bukan kaleng-kaleng. Jika semua pemuda dan insan Pertanian turun tangan mengambil bagian, maka 50 persen persoalan kemiskinan di Indonesia sudah selesai dengan Pertanian, ” tegasnya.

Advertisement

Selaras dengan harapan Mentan SYL, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi juga menegaskan bahwa transformasi pertanian dari subsistem menuju pertanian agribisnis tidak bisa dielakkan lagi. “Pertanian kini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan masyarakat. Sudah saatnya pertanian dijadikan agribisnis guna meningkatkan penghasilan,” tuturnya.

Prof Dedi melanjutkan, transformasi pertanian agribisnis tersebut pun dilakukan dengan cara-cara modern yang modern dan memanfaatkan smart farming agar efisien dan efektif serta menekan ongkos produksi. “Di masa lalu, pertanian konvensional dengan produktivitas rendah masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.  Kini dengan produktivitas tersebut, tidak mungkin bisa mencukupi untuk kebutuhan masyarakat,”tegasnya.
Prof Dedi memaparkan, dalam pertanian smart farming terdapat pemanfaatan bioscience dan bioteknologi berupa biopestisida dan biofertilizer. Begitupula pemanfaatan benih bermutu untuk menghasilkan produk pertanian yang baik dan produktivitas tinggi. Termasuk pemanfaatan alsintan dan otomasisasi dari hulu hingga hilir.

Pemanfaatan KUR

Advertisement

Mengenai akses permodalan, Prof Dedi menuturkan calon wirausaha pertanian tidak perlu khawatir karena pemerintah membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa dimanfaatkan dengan baik. “KUR ini untuk petani dengan bunga rendah. Ini harus dimanfaatkan oleh petani dan wirausaha petani,” tuturnya.

Menurut catatan Prof Dedi, sudah ada 40 ribu petani milenial yang sudah bisa mengakses KUR dengan total Rp 22 milyar. Begitu pula 4 juta petani kolotnial (non milenial) yang sudah dilatih mampu mengakses KUR dengan total Rp 4,4 Trilliun.

Untuk diketahui, penyaluran KUR pertanian tahun 2022 telah melampaui target sebesar Rp 90 triliun dengan nilai realisasi Rp 90,8 triliun per Oktober. Sebelumnya, pada 2020, realisasi penyaluran KUR Pertanian mencapai Rp 50 triliun. Sementara itu, pada 2021 mencapai Rp 85,6 triliun dari target Rp 70 triliun.

Advertisement

Dihubungi terpisah, Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Yusral Tahir menambahkan dalam pelatihan ini peserta diberikan materi ajar berupa kebijakan Pertanian, The Role of Smart Farming dan Pemanfaatannya, Penyusunan Proposal KUR, Analisis Agunan dan Kelayakan Kredit dan Mitigasi dan Pengelolaan Resiko Dana KUR. “Sehingga insan Pertanian mendapatkan informasi yang berimbang dan benar mengenai KUR dan aksesnya. Termasuk penyusunan proposal yang bankable agar disetujui perbankan, ” tuturnya.

Pewarta: Cha

Sumber: Humas BPPSDMP

Advertisement

 

Share

Recent Posts

Perjalanan Masa Kecil Bahlil Lahadalia Diangkat ke Serial Animasi ‘Melangkah dari Timur’

WARTA BOGOR - Perjalanan hidup Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia semasa…

9 hours ago

Progres Pembangunan Trase Baru Jalan Batutulis Capai 45 Persen, Targetkan Awal November dibuka

BOGOR - WARTA BOGOR - Pembangunan trase baru Jalan Batutulis di Kota Bogor terus dikerjakan.…

15 hours ago
Advertisement

Daftar Harga BBM Pertamina yang Naik per 1 September 2026

JAKARTA - WARTA BOGOR - PT Pertamina Patra Niaga resmi merilis penyesuaian harga bahan bakar…

17 hours ago

Rumah Zakat Salurkan 130 Paket Pangan untuk Duafa di Kota dan Kabupaten Bogor

BOGOR-WARTA BOGOR, 25 Agustus 2026 – Rumah Zakat kembali menyalurkan bantuan pangan bagi keluarga duafa…

17 hours ago

Intelijen Ukraina Ungkap Perekrutan Delapan WNI oleh Rusia untuk Perang Melawan Ukraina

WARTA BOGOR - Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU)…

1 day ago

249 Generasi Muda Mulai Langkah Baru di Polbangtan Kementan

BOGOR-WARTA BOGOR — Sebanyak 249 generasi muda memulai perjalanan pendidikan vokasi pertanian di Politeknik Pembangunan…

1 day ago