Kesehatan

Hobi Makan Gorengan? Menkes Sebut Ngemil Satu Bakwan Setara Lari 15 Menit

WARTA BOGOR – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan imbauan penting bagi masyarakat yang suka ngemil atau makan gorengan. Melalui unggahan video ‘Budi Gemar Sharing’ di Instagram pribadinya, @bgsadikin, Menkes Budi menceritakan pengalamannya sendiri saat masih sering makan gorengan.

Menkes Budi mengatakan bahwa gorengan seperti bakwan, tempe, dan tahu isi memiliki kandungan kalori yang tinggi meski porsinya terlihat kecil. Dia, menambahkan, satu biji gorengan biasanya mengandung sekitar 100 hingga 150 kalori.

“Kalau makan satu gorengan seperti ini, nggak bikin kenyang kita. Kalorinya antara 100 sampai 150,” ujarnya dalam unggahan video tersebut.

Advertisement

Selain itu, Budi menuturkan kebiasaan makan gorengan biasanya membuat orang tidak cukup berhenti pada satu biji.

Menkes Budi mencontohkan dirinya sendiri yang dulu bisa menghabiskan tiga hingga empat gorengan dalam sekali ngemil. Jika dikalkulasikan, total kalori yang masuk bisa mencapai 300 sampai 450 kalori.

“Wah, untuk orang dengan berat badan 70 kilogram seperti saya, itu tuh harus lari 5 km tuh. Nah, gara-gara makan cuma satu kayak gini, saya harus treadmill 15 menit,” katanya.

Advertisement

Tak bisa dipungkiri gorengan memang enak. Namun, jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Menkes Budi pun mengingatkan bagi yang sering mengeluh berat badan naik, salah satu penyebabnya bisa berasal dari kebiasaan makan gorengan.

Dia juga menegaskan bahwa kebiasaan ngemil gorengan biasanya dilakukan tanpa disadari. Semua gorengan, baik tempe, bakwan, tahu isi, maupun ubi, digoreng dalam minyak panas dan biasanya diberi tepung terlebih dahulu.

Advertisement

Meski porsinya kecil, kalorinya tetap tinggi, sehingga jika dikonsumsi berulang kali, dapat menambah jumlah kalori yang signifikan dalam sehari.

Budi mendorong masyarakat untuk mulai membiasakan diri makan dengan gizi seimbang. “Mulai sekarang makanlah yang gizi seimbang,” ucapnya.

Menu seimbang yang mencakup karbohidrat kompleks, protein, dan serat tinggi. Dengan pola makan seperti ini, kebutuhan energi tetap terpenuhi tanpa harus khawatir kelebihan kalori dari camilan yang digoreng.

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

Sumber: Liputan6

Advertisement
Share

Recent Posts

Sejarah Lahirnya Pancasila: Dari Sidang BPUPKI hingga Menjadi Dasar Negara Indonesia

WARTA BOGOR - Pancasila secara etimologis berasal dari bahasa Sanskerta, yakni gabungan kata panca yang…

12 hours ago

Rudy Susmanto sebut Skywalk Tegar Beriman Wujud Pembangunan Inklusif di Kabupaten Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa Skywalk Tegar Beriman tidak…

13 hours ago
Advertisement

SIM Digital Mulai Diterapkan, Ini Syarat dan Tahapan Registrasinya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kepolisian Republik Indonesia terus melakukan transformasi digital dalam layanan publik,…

14 hours ago

Viral Anak Terjatuh ke Area Kandang Gajah Ragunan, Pengelola Sebut Ada Indikasi Pembuatan Konten

JAKARTA - WARTA BOGOR - Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak mengenakan pakaian merah terjatuh…

1 day ago

Festival Tangguh Bencana Bogor Utara 2026, Hadirkan Mitigasi Bencana hingga Pelatihan Kerja

BOGOR - WARTA BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, membuka Festival Kecamatan Tangguh…

1 day ago

Fenomena Blue Moon Hiasi Langit Indonesia Hari Ini, Simak Fakta dan Waktu Puncaknya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Fenomena langka Blue Moon atau bulan biru akan menghiasi langit…

1 day ago