Kesehatan

Ramadan jadi Waktu Terbaik Tinggalkan Kebiasaan Merokok, Ini Tipsnya

WARTA BOGOR – Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momen meningkatkan ibadah, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki gaya hidup, termasuk menghentikan kebiasaan merokok.

Dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekaligus influencer kesehatan, Gia Pratama, menilai Ramadan merupakan waktu yang tepat bagi perokok yang memiliki tekad kuat untuk berhenti.

Menurutnya, perubahan sebesar ini tidak bisa dipaksakan oleh orang lain, melainkan harus lahir dari kesadaran diri sendiri. Ramadan memberikan ruang latihan alami karena seseorang dipaksa menahan diri dari terbit fajar hingga terbenam matahari untuk tidak merokok.

Advertisement

“Belum pernah ada sejarahnya seseorang itu berhenti merokok karena disuruh, apalagi oleh dokternya. Sama istrinya juga enggak bisa, sama anaknya juga enggak bisa. Harus dari dirinya sendiri,” ujar dr. Gia dalam Podcast Raditya Dika, dikutip Senin (9/3/2026).

Gia menjelaskan bahwa pendekatan dengan sekadar melarang atau memerintah seseorang berhenti merokok sering kali tidak efektif. Ia menilai cara tersebut jarang memberikan dampak nyata bagi perokok aktif.

“Makanya aku melihat belum ada kegunaannya aku ngelarang-larang orang atau nyuruh berhenti rokok. Belum ada kegunaannya. Enggak pernah tuh ada pasien (berhenti) ngerokok, impossible,” tegas dia.

Advertisement

Meski sulit, dr. Gia melihat adanya harapan bagi mereka yang memang sudah memiliki niat tulus untuk berubah. Ia pun menyarankan agar energi positif di bulan Ramadhan dimanfaatkan sebagai sumber kekuatan ekstra untuk melawan kecanduan.

Melansir dari World Health Organization (WHO), Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk menyudahi kebiasaan merokok. Jika seorang perokok mampu menahan candu nikotin selama sekitar 15 jam waktu berpuasa setiap harinya, peluang untuk meninggalkan kebiasaan tersebut selamanya akan terbuka lebar.

Manfaatnya pun langsung terasa secara fisik. Berhenti merokok saat berpuasa membantu tubuh membersihkan racun karbon monoksida.

Advertisement

Menariknya, kadar zat berbahaya ini akan menurun drastis saat berbuka. Sehingga sangat disarankan agar tidak merokok setelah berbuka supaya racun karbon monoksida tidak menumpuk kembali.

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: SINDOnews.com

 

Advertisement
Share

Recent Posts

Pasca Kericuhan Demo 27 Agustus di Jakarta: Polisi Amankan 322 Orang, 1 Meninggal Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kericuhan terjadi di sejumlah titik di Jakarta setelah aksi demonstrasi…

1 day ago

Bogor Bakal Punya Embarkasi Haji Mirip Zamzam Tower, Telan Anggaran Rp142 Miliar

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan anggaran sebesar Rp142 miliar untuk pembangunan…

2 days ago
Advertisement

Pemkab Bogor Rencanakan Pembangunan Underpass di Simpang PDAM pada 2027

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor berencana melakukan penataan di Jalan Tegar Beriman,…

2 days ago

Bukan Naikkan Pajak, Purbaya Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Utang Negara Tetap Terkendali

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa menjaga keberlanjutan utang…

2 days ago

Rumah Zakat Hadirkan Kebahagiaan, Salurkan Bingkisan bagi Anak-anak SLBN Sejahtera Kota Bogor

BOGOR-WARTA BOGOR, 21 Agustus 2026 – Rumah Zakat kembali menebar semangat dan kebahagiaan melalui penyaluran…

2 days ago

Pesan Tegas Prabowo untuk Kabinet Merah Putih: Yang Tak Sanggup, Boleh Minggir!

BALI - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto kembali menyampaikan pesan tegas kepada jajaran Kabinet…

3 days ago