Pertanian

Inovasi Mahasiswa Polbangtan Kementan: Limbah Batang Pisang Disulap Jadi Pakan Berkualitas, Bobot Kelinci Melonjak

SUKABUMI-WARTA BOGOR– Terobosan sederhana namun berdampak besar lahir dari tangan mahasiswa vokasi. Limbah batang pisang yang selama ini terbuang kini berhasil diubah menjadi pakan fermentasi bernilai tinggi yang mampu meningkatkan produktivitas ternak kelinci secara signifikan.

Inovasi ini dikembangkan oleh Dikma Nesav, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, melalui riset terapan yang langsung diuji di Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Di tengah persoalan klasik peternak—tingginya biaya pakan dan rendahnya pertambahan bobot ternak—teknologi ini hadir sebagai solusi konkret. Melalui proses fermentasi, batang pisang yang sebelumnya minim nilai nutrisi diolah menjadi pakan dengan daya cerna lebih baik, kandungan nutrisi meningkat, serta lebih tahan simpan.

Advertisement

Hasilnya tak sekadar klaim. Dalam uji coba selama 30 hari, kelinci yang mengkonsumsi pakan fermentasi berbasis batang pisang menunjukkan lonjakan bobot badan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pola pakan konvensional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa inovasi berbasis potensi lokal menjadi kunci efisiensi dan ketahanan pangan nasional.
“Ini adalah contoh nyata bagaimana limbah bisa diubah menjadi kekuatan ekonomi. Inovasi seperti ini harus diperbanyak karena langsung menjawab kebutuhan petani dan peternak,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menilai bahwa peran mahasiswa vokasi kini semakin strategis dalam menjembatani teknologi dan kebutuhan lapangan.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi hadir membawa solusi yang bisa langsung diterapkan masyarakat,” ujarnya.

Advertisement

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin, menekankan bahwa kekuatan inovasi ini terletak pada kesederhanaannya.
“Mudah dibuat, berbasis bahan lokal, biaya rendah, dan terbukti meningkatkan performa ternak. Ini inovasi yang tepat guna,” katanya.

Tak hanya berdampak pada peningkatan produksi, inovasi ini juga menekan biaya pakan secara signifikan—komponen terbesar dalam usaha peternakan. Di sisi lain, pemanfaatan limbah batang pisang turut mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Pendekatan yang dilakukan pun tidak berhenti pada aspek teknologi. Melalui penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan intensif, peternak dilibatkan secara aktif dalam proses adopsi inovasi.

Advertisement

“Sekarang kami tidak lagi bergantung penuh pada pakan beli. Batang pisang yang dulu dibuang, sekarang justru jadi andalan,” ungkap salah satu peternak.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menyebut inovasi ini sebagai bukti bahwa pendidikan vokasi mampu melahirkan solusi nyata berbasis kebutuhan lapangan.
“Ini bukan sekadar tugas akhir, tetapi solusi riil yang berdampak langsung pada produktivitas dan kesejahteraan peternak,” ujarnya Kamis (14/4/2026).

Ia menambahkan, inovasi berbasis potensi lokal seperti ini memiliki peluang besar untuk direplikasi secara nasional, terutama di wilayah dengan ketersediaan limbah pertanian yang melimpah.

Advertisement

Di tengah tuntutan efisiensi dan keberlanjutan sektor pertanian, inovasi ini menjadi contoh bahwa solusi besar bisa lahir dari hal sederhana. Dari batang pisang yang dianggap limbah, kini lahir teknologi pakan alternatif yang bukan hanya meningkatkan bobot ternak, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian peternak. (wsd)

Share

Recent Posts

Hari Pertama UTBK 2026 Diwarnai Kecurangan, Panitia Temukan Joki hingga Headset

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pelaksanaan hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer 2026 diwarnai sejumlah…

5 hours ago

Ubah Sikap! Trump Setuju Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran Tanpa Batas Waktu

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata…

6 hours ago
Advertisement

Dedi Mulyadi Tegaskan Kendaraan Listrik Tetap Dikenai Pajak, Ini Alasannya

JABAR - WARTA BOGOR - Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat memastikan tetap memberlakukan pajak…

21 hours ago

Program Biodiesel B50 Dimulai Juli 2026, Impor Solar Dipangkas 5 Juta Ton

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa penerapan biodiesel B50…

1 day ago

BPS Catat 175 Kasus Perceraian Akibat Judi Online di Bogor, Tertinggi di Jawa Barat

JABAR - WARTA BOGOR - Fenomena kecanduan judi online kini tidak hanya berdampak pada kondisi…

1 day ago

LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Kompak Naik, Ini Rinciannya

JAKARTA - WARTA BOGOR - PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas…

1 day ago