Kesehatan

Kasus HIV dan AIDS Tembus 500 ribu Orang, Ibu Hamil Harap Waspada!

JAKARTA – WARTA BOGOR – Penyakit HIV dan AIDS bisa terjadi pada siapa saja, bahkan penyakit ini bisa menyerang ibu hamil. Hal ini membuat ibu hamil lebih rentan menularkan penyakitnya ke dalam janin yang ada dalam kandungannya.

Informasi data dari Kemenkes, tercatat total kasus HIV di Indonesia mencapai 515.455 orang per september 2023. Kasus terbanyak ditemukan pada usia 25-49 tahun dengan persentasi 69,9 persen.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, dr. Imran Pambudi, mengatakan bahwa masih ditemukannya kasus HIV pada anak berusia dibawah empat tahun. Artinya, masih ada kemungkinan penularan HIV yang diturunkan dari ibu hamil ke janinnya.

Advertisement

“Namun kasus HIV yang usianya di bawah empat tahun masih ada sampai 1,9 persen. Itu menandakan transmisi ibu ke anak masih ada di Indonesia,” ucap dr. Imran Pambudi dalam Media Briefing Kemenkes “Hari AIDS Sedunia 2023”, Kamis (30/11/2023).

Oleh karena itu penting melakukan pengecekan mandiri, terutama bagi ibu hamil. Ketika dinyatakan positif HIV, sebaiknya ODHIV (orang dalam HIV) tetap konsisten dalam mengonsumsi obat-obatan yang dianjurkan oleh dokter.

“Kasihan anaknya kalau tidak dilakukan pencegahan atau upaya-upaya memutus rantai penularan,” tambahnya.

Advertisement

Sementara itu, menurut Ketua Panel Ahli Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS dan PMS Kemenkes RI, Prof Zubairi Djoerban mengatakan sistem kekebalan tubuh pada ODHIV sangatlah rentan, sehingga nantinya juga akan mendapatkan terapi pencegahan Tuberkulosis.

“Di Indonesia banyak yang putus obat Antiretroviral (ARV) dan Tuberkulosis, sehingga akhirnya banyak yang meninggal,” ujarnya.

Sayangnya, di Indonesia masih banyak ODHIV yang memilih putus obat dengan berbagai macam alasan, padahal jika tidak segera ditangani, dirinya dapat menularkan HIV di lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, dibutuhkan partisipasi aktif dari mereka ODHIV untuk melanjutkan pengobatan serta dukungan dari masyarakat dengan tidak memberikan stigma buruk bagi pengidap HIV.

Advertisement

 

Sumber: Okezone.health

Advertisement
Share

Recent Posts

Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi, DPR Soroti Kinerja dan Pengawasan BGN

JAKARTA - WARTA BOGOR - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti kasus keracunan program Makan Bergizi…

4 hours ago

IFAD Kunjungi Polbangtan, Tinjau Keberhasilan YESS dan Penjajakan Program YESSI

BOGOR-WARTA BOGOR – Keberhasilan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dalam mendorong kemandirian…

5 hours ago
Advertisement

10 Hari Ditempa, Mahasiswa Baru Polbangtan Kementan Siap Jadi Generasi Penggerak Pertanian

BOGOR-WARTA BOGOR – Memasuki Tahun Akademik 2026/2027, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menyelenggarakan Masa…

5 hours ago

Wali Kota Bogor Minta Konsep Leuweung Batutulis Dikembalikan sebagai Hutan Kota

BOGOR - WARTA BOGOR - Konsep pembangunan Leuweung Batutulis yang saat ini tengah dikerjakan oleh…

8 hours ago

Jadi Tamu Kehormatan, Prabowo Bertolak ke Rusia Hadiri Eastern Economic Forum ke-11

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern…

10 hours ago

Perjalanan Masa Kecil Bahlil Lahadalia Diangkat ke Serial Animasi ‘Melangkah dari Timur’

WARTA BOGOR - Perjalanan hidup Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia semasa…

1 day ago