JAKARTA – WARTA BOGOR – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan lahan seluas 1,5 juta hektare bagi perusahaan swasta yang mengimpor sapi hidup.
Saat ini, Kementan membuka kesempatan kepada perusahaan swasta untuk mengimpor sapi hidup dari luar negeri.
“Pemerintah membuka ruang yang sangat lebar bagi private sector, baik itu yang perusahaan swasta, maupun UMKM, koperasi, dan seterusnya untuk mendatangkan sapi hidup, tapi tidak pakai APBN,” ujar Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono kepada wartawan, Jakarta, Jumat (13/9/2024).
Kementan akan menyediakan lahan bagi perusahaan swasta untuk membangun peternakan mereka dan telah mengamankan lahan seluas 1,5 juta hektare yang akan ditawarkan kepada perusahaan swasta untuk digunakan dalam pemeliharaan sapi.
Kementan juga akan membantu perusahaan swasta dalam hal perizinan, administrasi, dan lain-lain. Lahan seluas 1,5 juta hektare ini sudah diidentifikasi oleh Kementan. Lahan-lahan tersebut meliputi lahan produksi, lahan masyarakat, dan kebun sawit.
Nantinya, Kementan akan bekerja sama dengan pemilik lahan untuk memastikan lahan tersebut dapat digunakan sebagai peternakan sapi hasil impor.
Sudaryono memastikan bahwa pembangunan peternakan tidak akan mengganggu fungsi awal lahan. Misalnya, jika lahan tersebut adalah kebun sawit, maka tidak akan ada penebangan pohon.
Menurutnya, pembangunan kandang hanya memerlukan lahan seluas 1 hingga 2 hektare. Sisanya akan digunakan untuk pakan dan kegiatan lain yang mendukung pemeliharaan sapi.
“Dia bikin kandang itu kan juga luasnya tidak sampai dua hektare. Paling 1-2 hektare untuk kandangnya. Sisanya itu kan untuk dia (sapinya) dilepas, untuk sumber pakan, dan seterusnya,” ujar Sudaryono.
Lokasi dari total 1,5 juta hektare lahan ini tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah, Banten, Blora, Jawa Timur, dan Pulau Aru.
“Jadi, 1,5 juta hektare itu enggak satu hamparan. Itu pecah-pecah. Ada yang 10.000 hektare, ada yang 100.000 hektare, ada yang 20.000 hektare, ada yang 13.000 hektare, ada yang 3.000 hektare, ada yang cuma 2.000 hektare, 1.500 hektare. Semua itu ditotal ada 1,5 juta hektare,” ucap Sudaryono.
Menurut Sudaryono, saat ini Indonesia kekurangan daging dan susu karena jumlah sapi indukan yang tidak mencukupi.
Hal ini menjadi sorotan mengingat adanya program Makan Bergizi Gratis yang akan dimulai pada Januari 2025 mendatang.
Sumber: Tribunbisnis
JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya telah “membuka…
CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…
TANAH LAUT-WARTA BOGOR – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…