Yoyon Haryono saat mensosialisasikan program RPL kepada para penyuluh pertanian dan peternakan.
BOGOR-WARTABOGOR.id–Kementerian Pertanian, melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, mengadakan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). RPL adalah pengakuan atas capaian pembelajaran seseorang yang diperoleh melalui pendidikan formal, non-formal, informal, dan/atau pengalaman kerja ke dalam pendidikan formal.
Dilansir dari https://dikti.kemdikbud.go.id/
Calon mahasiswa tidak perlu mengambil seluruh SKS pada program studi yang diminati, serta akan diberikan bantuan subsidi biaya kuliah selama satu semester guna memperoleh kredit akademik melalui RPL.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan Penyuluh Pertanian merupakan garda terdepan mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan.
“Kalian (penyuluh pertanian) adalah otaknya petani, pemegang manajemen pertanian di lapangan. Kalian yang menunjukkan mulai dari hulu ke hilir, mulai dari tanam sampai petik hingga jual,” seru Mentan SYL.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menuturkan bahwa pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi muda.
“Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” tegasnya.
Sejatinya RPL akan diadakan awal September. Namun terjadi penundaan. Direktur Polbangtan Bogor, Detia Tri Yunandar menjelaskan alasannya.
“Karena memang ada sedikit miskomunikasi dengan pihak Menpan RB. Tentunya kami berharap RPL ini bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya tanpa kendala,” ujarnya.
Detia menambahkan, pada awalnya RPL merupakan program tugas belajar. Sedangkan menurut Undang Undang yang berlaku, tidak diperkenankan karena belum ada aturan yang mengatur untuk bisa mengikuti tugas belajar.
“Saat ini kami telah melakukan dengan pihak terkait dan menyepakati nantinya tidak menjadi tugas belajar, melainkan menjadi ijin belajar. Sehingga para penyuluh pertanian tetap dapat melakukan tupoksi bekerja seperti biasa,” imbuhnya.
Polbangtan Bogor menawarkan jenjang D-IV pada program studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) dan program studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH).
Yoyon Haryanto, selaku Ketua Pelaksana Program RPL menjelaskan bahwa melalui pendekatan RPL ini, nantinya jenjang D-IV yang seharusnya ditempuh dalam waktu 4 tahun, hanya akan selesai dalam masa 2 tahun saja.
“Untuk penyelenggaraannya sendiri sudah memperoleh izin dari Kemendikbud. Sehingga memiliki ijazah yang sudah diakui oleh PD DIKTI. Pelaksanaannya nanti akan disetting supaya tidak mengganggu tupoksi di unit kerja masing-masing, dan akan terintegrasi antara tugas sebagai PPPK Penyuluh dengan kegiatan pembelajaran,” paparnya.
Pewarta: Ardianinda Wisda
Sumber: Polbangtan Bogor
BOGOR - WARTA BOGOR - Dinas Perhubungan Kota Bogor segera menerapkan skema pengaturan operasional bagi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyatakan dukungannya…
JAKARTA-WARTA BOGOR – Mengikuti jejak Australia, India kini turut melirik potensi pasokan pupuk dari Indonesia.…
WARTA BOGOR - Penerapan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat bagi aparatur sipil…
BOGOR - WARTA BOGOR - Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pendakwah Syekh Ahmad Al-Misry…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Hery Susanto, resmi ditahan oleh Kejaksaan…