BOGOR-WARTABOGOR.id – Berada di daerah penyangga, produksi dari Kabupaten Bogor berpengaruh untuk ketersediaan beras di Ibukota.
Ketersediaan beras dari wilayah produksi seperti Kabupaten Bogor, tentu saja tidak terlepas dari kolaborasi yang terjalin antara penyuluh dan petani. Seperti yang dicontohkan penyuluh pertanian dari Desa Leuwisadeng, Bogor, Idha Tri Wahyuni.
Bersama kelompoktani Tani Mukti, Idha melakukan panen padi varietas Inpari 32 dengan produktivitas 7,43 ton/ha GKP di daerah Leuwisadeng Bogor.
“Hasil panen kali ini patut disyukuri, ditengah wabah COVID 19, gabah yang diperoleh mendapatkan harga yang cukup bagus senilai Rp 4.500 per kilogram Gabah Kering Panen (GKP),” tuturnya.
Idha mengaku akan memotivasi terus petani dan diarahkan untuk tetap produktif di tengah wabah COVID 19. Hal tersebut senada dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa sektor pertanian menjadi harapan, tulang punggung di tengah upaya Pemerintah dalam menanggulangi Covid-19.
“Tanggung jawab penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian,” tegas Mentan Syahrul.
Arahan Mentan Syahrul tersebut dipertegas oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi yang mengajak kita semua untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit dengan tagar #pertaniantidakberhenti dan tagar #pertanianmelawancovid19.
Pewarta : Aulia M & Sudrajat
Editor : Ar
WARTA BOGOR - Perjalanan hidup Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia semasa…
BOGOR - WARTA BOGOR - Pembangunan trase baru Jalan Batutulis di Kota Bogor terus dikerjakan.…
JAKARTA - WARTA BOGOR - PT Pertamina Patra Niaga resmi merilis penyesuaian harga bahan bakar…
BOGOR-WARTA BOGOR, 25 Agustus 2026 – Rumah Zakat kembali menyalurkan bantuan pangan bagi keluarga duafa…
WARTA BOGOR - Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU)…
BOGOR-WARTA BOGOR — Sebanyak 249 generasi muda memulai perjalanan pendidikan vokasi pertanian di Politeknik Pembangunan…