Berita

Muncul Klaster Pesantren di Kabupaten Bogor, 86 Santri Positif Corona

BOGOR – WARTABOGOR.id – Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin menyebut tiga pesantren di.Kabupaten Bogor kini jadi klaster penyebaran virus Corona. Dari tiga pesantren itu, sebanyak 86 santri dinyatakan positif corona.

“Pesantren gunung putri, disitu ada 2 (santri) yang positif, kemudian (pesantren) di Leuwiliang ada 7 orang dari 4.072 spesimen yang diperiksa dan (pesantren) yang di Cigombong ada 77 orang, dari 2.200 spesimen yang diperiksa,” kata Ade Yasin kepada wartawan di Cibinong, Senin (12/10/2020).

Puluhan santri yang dinyatakan positif itu, kata Ade, saat ini menjalani isolasi mandiri di pesantrennya masing-masing dengan pengawasan ketat pihak pesantren, Satgas covid 19 tingkat kecamatan dan pihak Puskesmas setempat.

Advertisement

“(Santri) yang positif diisolasi di pesantren dengan pengawasan ketat tenaga kesehatan. Seperti di Darul Ulum, itu (santri positif Corona) jadi tinggal sendiri di blok (terpisah). Isolasi mandiri, tapi diawasi oleh pihak kecamatan dan puskesmas,” papar Ade.

Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat ini mengatakan, klaster pesantren yang kini muncul di Kabupaten Bogor menjadi perhatian utama. Karena ratusan pesantren di Kabupaten Bogor saat ini sudah memberlakukan tatap muka dalam proses pembelajarannya pasca ketetapan Kementerian Agama dan Gubernur Jawa Barat. Ade menyebut, akan segera membentuk Satgas penanganan covid-19 khusus pesantren.

“Pesantren sudah 3 yang kena, dengan 3 klaster ini juga menjadi perhatian kami. Ini akan kami tindak lanjuti dengan membuat Satgas pesantren, unsurnya dari pihak pesantren itu sendiri yang akan berkoordinasi dengan satgas tingkat kecamatan dan Puskesmas,” kata Ade Yasin.

Advertisement

Tugas Satgas pesantren, lanjut Ade, bertugas mengawasi pelaksanaan prokes di pesantren dan melaporkannya ke Satgas tingkat kecamatan dan Puskesmas.

“Tugas Satgas itu nanti mengawasi (pelaksanaan prokes). Karena di dalam perbup-nya kan kita batasi. Kalau pesantren itu hanya kegiatan di dalam pesantren saja, tidak boleh di luar,” kata adik kandung dari mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin ini.

“Artinya tidak ada keluar-masuk, bahkan dijenguk keluargapun tidak boleh, harus ada di dalam, bahkan tidak boleh berinteraksi dengan masyarakat luar. Termasuk pengajarnya,” sambungnya. (detik.com)

Advertisement
Share

Recent Posts

Viral Syarat Beli BBM Pakai STNK, Pertamina Buka Suara

WARTA BOGOR - Pertamina Patra Niaga menegaskan informasi mengenai kewajiban menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan…

17 minutes ago

Dedie Rachim Temui Pendemo Sopir Angkot di Balai Kota Bogor, Massa Desak Pemkot Hentikan Razia

BOGOR - WARTA BOGOR - Wali Kota Bogor Dedie Rachim menemui para sopir angkot yang…

19 hours ago
Advertisement

Dishub Kota Bogor Tilang 962 Angkot Tua, 818 Unit Masih Diburu

BOGOR - WARTA BOGOR - Jumlah angkutan kota atau angkot berusia di atas 20 tahun…

1 day ago

Pemprov Jabar Targetkan Anak Tidak Sekolah Nol pada 2029

BANDUNG - WARTA BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan seluruh anak di Jawa Barat…

1 day ago

Komnas HAM ungkap Anggaran Pelanggaran HAM Berat 2027 Rp 0, Ini Penjelasannya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai pagu anggaran…

2 days ago

Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi, DPR Soroti Kinerja dan Pengawasan BGN

JAKARTA - WARTA BOGOR - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti kasus keracunan program Makan Bergizi…

2 days ago