Umum

Pabrik Ini Nantinya Pencetak 50 Ton Emas RI Per-Tahun

JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mengatakan bahwa Indonesia akan segera memiliki smelter atau fasilitas pemoresan dan pemurnian tembaga dan mineral turunannya seperti emas.

Pabrik milik PT Freeport Indonesia tersebut nantinya akan bisa memproduksi emas mencapai 50 ton per tahun. Hal tersebut di sampaikan oleh Menkon Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, ia mengatakan bahwa smelter yang saat ini sedang dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik, Jawa Timur, akan bisa mengekstrak 50 ton emas per tahun.

“Jadi smelter yang kita buat sekarang di Gresik itu bisa mengekstrak 50 ton emas per tahun, saya ulangi 50 ton emas per tahun ,” ucap Luhut, Selasa (11/7/2023) dikutip CNBC Indonesia.

Advertisement

Selain itu, Luhut menyinggung lama operasi dari Freeport di indonesia itu sendiri terhitung sudah mencapai 60 tahun lamanya. Dengan begitu, luhut memperhitungkan selama Freeport beroperasi di indonesia dari penghasilan emas saja, sudah bisa membangun berbagai infrastruktur di Indonesia.

“Jadi selama 60 tahun ini Freeport di Indonesia 60 (tahun) kali 50 (ton) kan berapa, 3.000 ton kan. Kalau Rp 1 miliar (per) 1 Kg (emas) berarti Rp 3.000 triliun, sama dengan US$ 250 miliar. Kalau US$ 250 miliar, kau sudah bikin banyak infrastruktur se republik ini. Kemana itu barang? itu salah satu dampak hilirisasi,” bongkar Luhut.

Untuk diketahui, progres pembangunan pabrik tembaga milik PT Freeport Indonesia itu sudah mencapai 70,6% sampai Juni 2023 ini. Pabrik tersebut digadang-gadang sebagai smelter single line atau satu jalur terbesar di dunia ini diklaim mampu konsetrat tembaga sebanyak 1,7 juta ton per tahun. Nantinya, produk katoda tembaga yang dihasilkan bisa mencapai 600 ribu ton per tahun.

Advertisement

Selain menghasilkan produk tembaga katoda, smelter ini nantinya akan menghasilkan produk sampingan diantaranya produk terkandung dalam lumpur anoda yaitu emas dan perak murni sebanyak 6 ribu ton per tahun, asam sulfat sebanyak 1,5 juta ton per tahun, terak tembaga sebanyak 1,3 juta ton per tahun, dan gipsum sebanyak 150 ribu ton per tahun.

Nantinya serapan tenaga kerja di smelter tersebut sebanyak 150 ribu pekerja , yang mana 98% merupakan tenaga kerja Indonesia diantaranya pekerja lokal sebanyak 50%.

 

Advertisement
Share

Recent Posts

Komnas HAM ungkap Anggaran Pelanggaran HAM Berat 2027 Rp 0, Ini Penjelasannya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai pagu anggaran…

4 hours ago

Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi, DPR Soroti Kinerja dan Pengawasan BGN

JAKARTA - WARTA BOGOR - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti kasus keracunan program Makan Bergizi…

9 hours ago
Advertisement

IFAD Kunjungi Polbangtan, Tinjau Keberhasilan YESS dan Penjajakan Program YESSI

BOGOR-WARTA BOGOR – Keberhasilan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dalam mendorong kemandirian…

10 hours ago

10 Hari Ditempa, Mahasiswa Baru Polbangtan Kementan Siap Jadi Generasi Penggerak Pertanian

BOGOR-WARTA BOGOR – Memasuki Tahun Akademik 2026/2027, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menyelenggarakan Masa…

10 hours ago

Wali Kota Bogor Minta Konsep Leuweung Batutulis Dikembalikan sebagai Hutan Kota

BOGOR - WARTA BOGOR - Konsep pembangunan Leuweung Batutulis yang saat ini tengah dikerjakan oleh…

13 hours ago

Jadi Tamu Kehormatan, Prabowo Bertolak ke Rusia Hadiri Eastern Economic Forum ke-11

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern…

15 hours ago