Pertanian

Polbangtan Kementan Gali Aspirasi Petani Bekasi melalui Kelembagaan Petani

BEKASI-WARTA BOGOR – Kementerian Pertanian terus berinovasi dalam meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh muda dengan meluncurkan berbagai program untuk mendukung sektor pertanian. Salah satu inisiatif terbaru adalah Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi Mengembangkan Kelembagaan Petani yang digelar di Metland Hotel, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (25/5).

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengajak para generasi muda untuk sama-sama membangun sektor pertanian. Sebab menurutnya, untuk membangun pertanian dibutuhkan SDM pertanian yang berkualitas, andal, berkemampuan manajerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis.
“Regenerasi petani merupakan hal utama yang harus dipercepat dan menjadi fokus utama selain peningkatan produksi dan produktivitas,” katanya.

Amran menambahkan, tak hanya jumlah, tetapi setiap individu pertanian harus bisa membekali diri dengan pengetahuan serta keterampilan sesuai dengan perkembangan zaman. Terlebih, pertanian telah menjadi isu global.

Advertisement

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menjelaskan secara rinci bahwa karakter yang harus dimiliki petani milenial adalah yang pertama mampu bekerja keras, tekun, tidak mudah menyerah, maju terus pantang mundur dalam membangun pertanian Indonesia.

Acara yang dihadiri kurang lebih 100 peserta ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh pertanian, serta membangun kerjasama yang sinergis antara mereka.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor dengan dukungan Komisi IV DPR RI. Kepala Bagian Umum Polbangtan Bogor, Akhmad Subkhan bersama Anggota Komisi IV DPR RI Muhammad Daeng hadir untuk memberikan dukungan penuh pada acara tersebut. Selain itu, berbagai narasumber juga hadir untuk menyampaikan materi mengenai kelembagaan petani.

Advertisement

Dalam sambutannya, Muhammad Daeng menekankan pentingnya peran penyuluh dan petani terlatih dalam membangun ketahanan pangan nasional. “Krisis pangan yang mengancam saat ini lebih berbahaya dibandingkan krisis ekonomi. Untuk menghalau krisis pangan, kita harus membangun peradaban pertanian di Indonesia,” ujarnya.

Beberapa temuan dan hasil dari kegiatan Bimtek ini meliputi kekurangan penyuluh pertanian di Kabupaten Bekasi. Untuk itu, diharapkan adanya rekrutmen penyuluh baru agar dapat lebih maksimal dalam mendampingi petani. Selain itu, pentingnya pendaftaran kelompok tani di Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (SIMLUHTAN) sangat ditekankan untuk meningkatkan efektivitas program pemerintah. Salah satu syarat pendaftaran adalah adanya SK Pengukuhan Kelompok Tani dari Kepala Desa.

Momen seperti Bimtek ini juga dianggap tepat untuk berkonsolidasi dan menyampaikan aspirasi para petani kepada perwakilan DPR RI, khususnya Komisi IV yang menangani sektor pertanian. Selain itu, banyaknya lahan tidur yang belum dimanfaatkan optimal menjadi perhatian khusus, di mana potensi besar ini harus dikembangkan untuk mendorong kemakmuran dan kesejahteraan petani.

Advertisement

Upaya mengembangkan kelembagaan petani harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan kompetensi petani. Petani harus dilatih untuk memahami seluk-beluk pertanian, dari karakteristik tanah hingga cara mengatasi hama dan penyakit. Penyuluh pertanian memiliki tugas penting sebagai penyebar informasi, pendorong inovasi, dan penghubung antar instansi. Mereka harus memiliki sertifikasi kompetensi, bersikap komunikatif, dan selalu siap mendampingi petani.

Kegiatan Bimtek dan Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi para petani untuk lebih maju dan sejahtera. Dengan sinergi yang baik antara penyuluh dan petani, serta dukungan dari pemerintah, masa depan pertanian Indonesia dapat menjadi lebih cerah dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. (agm)

Advertisement
Share

Recent Posts

Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Berapa Posisi Ranking FIFA Indonesia?

JAKARTA - WARTA BOGOR - Timnas Indonesia berhasil menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan…

1 hour ago

Dramatis! Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti

JAKARTA - WARTA BOGOR - Timnas Indonesia akhirnya menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah…

3 hours ago
Advertisement

SIT Sholahuddin Bogor Sukses Gelar Open House 2026, Resmi Buka Pendaftaran Murid Baru

BOGOR-WARTA BOGOR — Sekolah Islam Terpadu (SIT) Sholahuddin di bawah naungan Yayasan Annizariyah sukses menggelar…

16 hours ago

Kejagung Ungkap Dugaan Manipulasi Pengadaan Motor Listrik MBG, 2.117 Unit Dilaporkan 21.800

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan manipulasi laporan pengadaan motor listrik…

21 hours ago

World Cleanup Day 2026 di Bogor, Dedie Rachim Ajak Warga Jadikan Peduli Sampah sebagai Gaya Hidup

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperingati World Cleanup Day (WCD) Tingkat…

24 hours ago

Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Siaran Langsungnya

WARTA BOGOR - Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan…

1 day ago