Rektor UNS Lantik Pengurus Alumni Pertanian
SOLO-WARTA BOGOR – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof Jamal Wiwoho melantik jajaran pengurus Keluarga Alumni Fakultas Pertanian (KAFP) atau disebut juga Ikatani UNS periode 2023-2027, Jumat (23/6/2023) pagi di Auditorium GPH Haryo Mataram UNS, Solo. Acara pelantikan pengurus Ikatani UNS itu menjadi bagian dari Sosialisasi 4 Pilar MPR RI oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo.
Pelantikan pengurus Ikatani UNS itu ditandai dengan pembacaan kesanggupan dan penyerahan SK Pengangkatan Pengurus dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS. Kemudian dilanjutkan dengana penyerahan bendera pataka IKA UNS dari Rektor UNS ke Ketua Ikatani 2023-2027, Dr Dina Hidayana Sp, MSc.
Dina Hidayana, menyebut akan memulai langkah awal dengan manata keanggotaan. Lebih lanjut dia menginginkan adanya kolaborasi dari para alumni, lintas instansi, dan kampus UNS.
Dina dalam penjelasannya menyampaikan Ikatani dalam empat tahun ke depan akan mengusung empat program. Keempat program itu dikemas dalam Ikatani Berbakti, Ikatani Berbagi, Ikatani Agropreneur dan Ikatani Talks. Empat program itu diejawantahkan ke dalam delapan bidang kerja dalam kepengurusan yakni bidang organisasi dan alumni; agropreneur dan digitalisasi pertanian; pendidikan penelitian dan pengembangan; teknologi pertanian dan industry kreatif, komunikasi dan media; sinergitas masyarakat; hilirisasi dan ekspor pertanian; serta sosiokultur dan perubahan iklim.
Untuk langkah awal Ikatani membangun nota kesepemahaman dengan beberapa lembaga yakni Perum Perhutani, UNS, Fakultas Pertanian, Bank BNI, dan Komisi Nasional Disabilitas, katanya.
Pada sesi acara sosialiasi 4 Pilar MPR RI, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan kembali pentingnya Pancasila sebagai ideoplogi bangsa. Dia menjelaskan pasca dihapuskannya penataran P4 atau kegiatan BP7 di sekolah-sekolah terjadi demoralisasi pada generasi muda. Salah satu akibatnya adalah munculnya gerakan-gerakan radikalisme yang mengatasnamakan agaman. Mereka biasa menebar kebencian atas nama agama, bahkan hingga melakukan bom bunuh diri. Dampak dari semua itu justru menyakiti anak bangsa sendiri.
Bambang memaparkan data bahwa 0.3 persen guru memiliki opini intoleran, tiga persen anggota TNI terpapar ekstrimisme, 19,4 persen PNS tidak setuju Pancasila, 36 persen mahasiswa kampus Islam setuju khilafah dan tujuh kampus terpapar ekstrimisme agama.
Untuk itulah, menggelorakan kembali empat pilar MPR menjadi penting di era seperti sekarang ini. Empat pilar kebangsaan itu adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk Negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara.
Pewarta : Tim Kesekjenan Ikatani UNS
JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya telah “membuka…
CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…
TANAH LAUT-WARTA BOGOR – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…