Nasional

Tahun Depan, Pertamina Hanya Jual 3 Produk BBM Bensin

JAKARTA – WARTA BOGOR – PT Pertamina (Persero) berencana mulai tahun depan hanya akan menjual 3 produk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin, antara lain Pertamax Green 92, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo (RON 98).

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan, Pertamax Green 92 yang dimaksud ini yaitu hasil campuran BBM dengan nilai oktan 90 atau yang saat ini dikenal Pertalite dengan bioethanol. Begitu juga dengan Pertamax Green 95 yaitu hasil campuran Pertamax (RON 92) bioethanol. Artinya, setiap dicampur dengan bioethanol, maka nilai oktan bensin akan meningkat dari bensin yang murni hanya berbasis minyak fosil.

“Kami akan keluarkan Pertamax Green 92-Pertalite dicampur ethanol jadi 92. Jadi tahun depan 3 produk saja, Pertamax Green 92, 95 dan Turbo. Ini kita yakini dapat memberikan manfaat,” ungkap Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR, Rabu (30/8/2023).

Advertisement

Sesuai dengan mandatori pemerintah yang sudah ada sejak tahun 2015, pencampuran BBM dengan ethanol 2% atau E2% kemudian naik menjadi E5% pada tahun 2016 dan terus meningkat menjadi E20 pada 2025.

Pertamina memiliki program bernama “Langit Biru”. Pada tahap pertama, program tersebut berhasil menaikkan oktan dari BBM subsidi RON 88 atau Premium menjadi RON 90 atau Pertalite.

Seiring berjalannya waktu, program Langit Biru ini, sesuai dengan rencana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), bahwa BBM boleh dijual sesuai dengan lingkungan adalah BBM dengan spesifikasi RON 91.

Advertisement

“Program Langit Biru tahap 2 dari RON 90 ke RON 92. Sesuai KLHK, oktan yang boleh dijual itu 91, aspek lingkungan menurunkan emisi karbon, bioethanol, bioenergi terpenuhi dan menurunkan impor,” tambahnya.

Namun demikian, Nicke menegaskan, Ini baru berupa usulan dari perseroan. Keputusan akhir menurutnya ada di pemerintah.

“Program (Langit Biru tahap 2) merupakan hasil kajian internal Pertamina, belum ada keputusan apapun dari pemerintah. Tentu ini akan kami usulkan dan akan kami bahas lebih lanjut,” katanya.

Advertisement

Ia menambahkan, Jika usulan tersebut dapat dibahas dan menjadi program pemerintah, harganya tentu akan diatur oleh pemerintah.

“Tidak mungkin Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) harganya diserahkan ke pasar karena ada mekanisme subsidi dan kompensasi di dalamnya,” pungkas Nicke.

Menurut Nicke, kajian tersebut dilakukan untuk menghasilkan kualitas BBM yang lebih baik, karena bahan bakar dengan kadar oktan yang lebih tinggi tentu akan semakin ramah lingkungan.

Advertisement

 

Sumber: CNBC Indonesia

 

Advertisement
Share

Recent Posts

Wali Kota Bogor Minta Konsep Leuweung Batutulis Dikembalikan sebagai Hutan Kota

BOGOR - WARTA BOGOR - Konsep pembangunan Leuweung Batutulis yang saat ini tengah dikerjakan oleh…

16 minutes ago

Jadi Tamu Kehormatan, Prabowo Bertolak ke Rusia Hadiri Eastern Economic Forum ke-11

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern…

2 hours ago
Advertisement

Perjalanan Masa Kecil Bahlil Lahadalia Diangkat ke Serial Animasi ‘Melangkah dari Timur’

WARTA BOGOR - Perjalanan hidup Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia semasa…

17 hours ago

Progres Pembangunan Trase Baru Jalan Batutulis Capai 45 Persen, Targetkan Awal November dibuka

BOGOR - WARTA BOGOR - Pembangunan trase baru Jalan Batutulis di Kota Bogor terus dikerjakan.…

22 hours ago

Daftar Harga BBM Pertamina yang Naik per 1 September 2026

JAKARTA - WARTA BOGOR - PT Pertamina Patra Niaga resmi merilis penyesuaian harga bahan bakar…

24 hours ago

Rumah Zakat Salurkan 130 Paket Pangan untuk Duafa di Kota dan Kabupaten Bogor

BOGOR-WARTA BOGOR, 25 Agustus 2026 – Rumah Zakat kembali menyalurkan bantuan pangan bagi keluarga duafa…

1 day ago